Tampilkan postingan dengan label Bunda Sayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunda Sayang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 November 2018

Halodoc


Aplikasi ini memungkinkan pengguna chat langsung pada jam tertentu dengan berbagai dokter umum dan spesialis secara gratis. Ada juga artikel kesehatan. Satu lagi free delivery vitamin dan atau obat, ada promo diskon pula. Hihi. Kuy download biar ga terlalu lama di RS kalau ada anggota keluarga yang sakit.

Iqro Anak


Saya berkenalan dengan aplikasi dari HP ayah saya. Iqro Anak adalah salah satu media belajar mengenal huruf hijaiyah dengan metode Iqro. Saat kita sentuh hurufnya akan terdengar bagaimana membacanya. Aplikasi ini menggunakan suara anak dan terdiri dari 6 level yang berbeda kesulitannya jadi kita bisa memilih level sesuai kemampuan kita.
Mufid saya perkenalkan dan menyukainya tapi tidak saya berikan secara rutin, khawatir kecanduan gadget.

Senin, 12 November 2018

Mobile Banking



Flashback ke masa saya dari Tangerang pindah ke Depok setelah menikah. Di Rawa Kalong mencari ATM tertentu butuh effort lebih dibanding di Ciledug. Saat hamil saya masih bisa melenggang sendiri naik motor cari-cari ATM untuk transfer, setelah melahirkan tidak memungkinkan untuk mondar-mandir ke ATM. Kenapa saya perlu agak sering ke ATM? Karena saya jualan online. Awalnya saya hanya pakai sms banking, setelah dihitung biaya pulsanya lumayan. Akhirnya saya daftar mobile banking.

Aplikasi ini termasuk aplikasi yang cukup penting untuk saya karena transaksi perbankan bisa dilakukan sambil menemani anak. Hemat waktu dan tenaga sehingga bisa dialokasikan untuk kegiatan lain, misalnya merapikan rumah atau menyiapkan permainan anak.

Dari ketiga aplikasi mobile banking yang saya miliki, ada yang tampilannya bagus tapi loadingnya lama, ada yang sederhana tapi cepat. Ada juga yang cukup sering minta update sampai tak bisa diakses.

Selasa, 06 November 2018

Buku Dongeng Anak



Aplikasi Buku Dongeng Anak menambah materi dongeng untuk anak. Saya tinggal pilih temanya misalnya fabel, legenda, kisah Islami, dll, baca, lalu sampaikan pada anak dengan boneka. Tak hanya ceritanya tapi juga pesan moral sudah tercantum di situ. Ceritanya bisa dimodifikasi, pesan moral juga bisa disesuaikan dengan usia anak.


Senin, 05 November 2018

Google

"Mbah google", "googling", siapa yang tak akrab dekat istilah itu? Mungkin ada yang menggunakannya setiap hari, kalau saya minimal 2 hari sekali. Yang saya tahu ada aplikasi serupa Google yaitu yahoo search tapi saya sudah familiar dengan google. Di sini saya bisa mencari informasi dalam berbagai bentuk, teks, gambar, video. Caranya mudah, ketik di kolom pencarian, klik cari. Hasilnya muncul semua dan silahkan pilih-pilih sumber paling mendekati apa yang ingin kita cari tahu dan sumbernya terpercaya.
Terkait keperluan anak, saya sering menggunakan google untuk mencari kegiatan anak, worksheet, tips parenting, dan lain-lain.

Minggu, 04 November 2018

Flip




Aplikasi ini bagi saya sangat membantu sehingga saya senang membagikannya, karena saya rasa juga bermanfaat untuk orang lain. Flip, aplikasi yang meniadakan biaya tambahan untuk transfer beda bank. Awalnya saya tahu aplikasi ini dari teman sesama Book Advisor dan kebetulan saat wisuda Matrikulasi IIP Depok saya dengar MC saat itu (2017) adalah founder Flip. Setelah bertanya pada teman dan yakin aman, saya mendaftar awal Desember 2017 dengan biaya 4000 rupiah ke Alfamart terdekat sambil menyerahkan KTP untuk verifikasi data. Pertengahan tahun 2018 pendaftar baru tinggal unduh, upload kartu tanda pengenal, langsung pakai. Mudah kan?

InsyaAllah aman karena unit usaha ini sudah dapat lisensi dari Bank Indonesia. Setelah daftar, untuk menggunakannya, kita tinggal memilih bank apa yang digunakan untuk mengirim dana, bank tujuan, nama pemilik rekening (untuk transaksi pertama), nominal yang ditransfer, Flip membuat nominal + kode bayar, silahkan transfer max 3 hari, klik "saya sudah transfer", beres. Kecepatan pengiriman real time jika masih masuk jam kerja mereka. Tapi kalau saya perhatikan bank yang antrian paling panjang adalah BCA, apalagi saat Pay Day. Satu lagi, belum semua bank tercover oleh Flip, mari diusulkan dan didoakan agar semakin lama semakin lengkap banknya.

Hampir setahun menggunakan flip saya hemat sejutaan. Lumayan kan buibu, tanpa Flip keuangan bulanan kita ada biaya tambahan minimal 5000 kali sekian. Dan, Saya juga punya saldo hampir 30ribu, berasal dari kode unik saat transfer, yang dapat dicairkan ke rekening.

Oya, saya pernah mengalami salah transfer (tidak sesuai dengan kode unik) dan pernah juga teman sudah transfer namun masa transaksi sudah habis. Saat bingung saya pilih fitur chat, CS responsif dan solutif. Alhamdulillah proses refundnya mudah dan cepat yang penting bukti transaksinya ada, bisa struk dari ATM atau rekening koran, tinggal upload.

Yang membuat saya ingin mendoakan Flip supaya semakin terus berkembang adalah ada istirahat sholat bagi karyawan. Ada keterangan di Flip bahwa transaksi akan diproses setelah mereka istirahat sholat dzuhur/maghrib. Saya nggak ngeh ada istirahat untuk sholat ashar atau enggak. Hehe. Tak lupa juga ada libur hari raya Idul Fitri. Barakallah Flip.

Kamis, 04 Oktober 2018

Fitrah Seksualitas pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Setiap anak dikaruniai Allah jenis kelamin tertentu, begitu juga ABK. Oleh karenanya fitrah seksualitas pun harus dibangkitkan pada diri ABK.

Sebelum membangkitkannya kita harus mematahkan beberapa mitos seperti 1) ABK tidak memiliki dorongan seksual, 2) ABK tidak dapat mandiri, 3) ABK lebih tergantung pada terapis dibanding orang tua. Faktanya 1) ABK memiliki hasrat seksual sama dengan anak normal namun emosi mereka cenderung tidak stabil , 2) ABK perlu disiapkan menjadi individu dewasa yang mandiri, 3) Orang tua ABK lebih berperan pada perkembangannya dibanding terapis.

Selain itu, ada dua tantangan dalam membangkitkan fitrah seksualitas pada ABK. Pertama, pemahaman pendidikan seksual = pendidikan reproduksi, padahal pendidikan seksual mencakup area biologis, psikologis, sosial, serta spiritual. Kedua, emosi ABK tidak stabil. Mengapa? Karena pengaruh hormon.

Solusi :
Strategi
1. Buang mitos
2. Mengajarkan secara bertahap sesuai mood anak
3. Ikut komunitas yang saling memahami dan mendukung
4. Perbanyak membaca
Metode
5. Memberi contoh positif apa yang harus dilakukan berulang-ulang (demonstrasi)
6. ABK diajak berlatih menghadapi kondisi di dunia nyata (Sosiodrama)
7. Pendidik ABK fokus dengan satu anak ABK (One of one)

Saran
Untuk pendidik ABK, pilih strategi yang sesuai dengan gaya belajar ABK.
Untuk orang tua ABK, yakinkan diri pendidikan seks bagi ABK harus diajarkan sedini mungkin.
Untuk pemerintah, segera merealisasikan peraturan yang sudah ditetapkan terkait ABK dan membuat lebih banyak peraturan yang melindungi hak ABK.
Untuk masyarakat, diharap lebih mengerti dan tidak memandang sebelah mata pada ABK.

- Review Materi Presentasi Kel. 10 BunSay IIP Tangerang Batch #3 (Amini Aisyah, Rita Ummi Hanik, Shuffah Nur H., Stephani Sri A.) -

Selasa, 02 Oktober 2018

Persiapan Aqil Baligh Anak Laki-laki



Belakangan ini banyak dijumpai kasus pelecehan seksual, LGBT, dan seks pra nikah yang melibatkan remaja.
Kasus-kasus tersebut terjadi karena berbagai faktor namun jika dikaitkan dengan fitrah seksualitas, yang terjadi adalah anak sudah baligh tapi belum aqil.

Apakah Aqil Baligh itu?
Aqil adalah kedewasaaan psikologis, emosional, rasional, sosial dan finansial.
Sedangkan baligh adalah kedewasaan dan kematangan biologis yang ditandai dengan menstruasi pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki, yang mana umum terjadi antara usia 11-14 tahun. Saat seorang anak Baligh, maka ia telah Mukallaf (sudah mempunyai beban tanggung jawab untuk menjalankan syariat).

SOLUSI :
1. Sedini mungkin tumbuhkan cinta anak kepada Allah, sampai usia 6 tahun ajarkan yang indah terlebih dahulu agar anak taat kepada perintah Allah karena cinta.

2. Usia 7 tahun ajarkan anak secara bertahap tentang dosa dan neraka gunakan bahasa yang mudah dipahami anak.

3. Ajarkan tentang aurat dan malu misal ketika mandi, bak, dan bab.

4. Beri contoh dan ajarkan untuk menahan pandangan dari melihat aurat orang lain, sehingga ketika melihat orang yang auratnya terbuka baik di dunia nyata maupun maya anak akan otomatis tidak ingin melihat.

5. Menjelaskan dan mengenalkan pada anak mana yang mahram mana yang bukan.

6. Pisahkan tempat tidur dengan orangtua maximal di usia 7tahun.

7. Ajarkan anak untuk memilih teman, beri contoh mana teman yang sebaiknya dijauhi.

8. Ajarkan anak mandiri, Usia 4 sudah bisa menyelesaikan kebutuhannya sendiri seperti mandi, cebok, berpakaian, makan. Mulai usia 7 beri tanggung jawab rumahan kepada anak misal mencuci baju dengan mesin cuci, mencuci piringnya sendiri, membuang sampah ke depan rumah.

Berdasarkan penjelasan Ust Harry Santosa dalam bukunya Fitrah Based Edication,
Fitrah Seksualitas adalah bagaimana seseorang berfikir, merasa, dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau perempuan sejati.

Seberapa Penting Membangkitkan Fitrah Seksualitas pada anak?
a. salah satu tujuan membangkitkan Fitrah seksualitas anak adalah agar anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.
Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
Sehingga anak akan mampu dengan tegas menyatakan “saya laki-laki” atau “saya perempuan.”
b. Penting, agar fokus menjalankan misi hidup, ketika menjadi ibu tidak terbebani dengan peran sbg ayah, ketika menjadi perempuan tidak menuntut agar mampu berperan seperti laki2 dan pada akhirnya terhindar dari penyimpangan
c. Sangat penting, karena dengan bangkitnya fitrah seksualitas sejak dini, anak akan semakin paham perannya sebagai seorang perempuan atau seorang laki2
d. Fitrah seksualitas sangat penting ditanamkan sejak dini, agar ketika terjadi sesuatu diluar perkiraan anak tetap punya penerimaan yg baik thd dirinya.
e. sangat penting membangkitkan fitrah seksualitas ditengah tantangan zaman saat ini. Karena penyimpangan seksualitas tidak hanya dari golongan paham liberal saja bahkan sekarang udah ada di golongan religius.
Jadi agar anak laki2 kita kelak menjadi ayah sejati dan anak perempuan kita menjadi ibu (madrasatu ula) yg sejati maka penting bagi kita ini membangkitkan fitrah seksualitasnya.

Persiapan aqil baligh anak laki2
Adalah dengan menyiapkan anak laki2 menghadapi mimpi basah.
Tanggung jawab siapa? (Ayah)
Kenapa harus ayah? (Karena anak laki2 yang berusia di atas 7 tahun membutuhkan banyak waktu bersama dengan ayahnya dibanding ibunya, ibu tentu tidak terlalu menguasai hal2 spt mimpi basah dan tidak pernah mengalaminya bukan?

Sampaikan kepada anak kita : Tentang Mimpi Basah & Mani

• Bahwa karena ia telah memiliki tanda-tanda / ciri-ciri memasuki masa puber, maka pada suatu malam nanti, ia akan mengalami mimpi sedang bermesraan dengan perempuan yang dikenal ataupun tidak dikenal. Dan pada saat terbangun, ia akan mendapatkan cairan yang disebut mani. (Kita beri tahukan kepada mereka contoh cairannya, yaitu cairan tepung kanji yang telah kita persiapkan). Peristiwa itu disebut mimpi basah.

• Jika seorang anak laki-laki telah mengalami mimpi basah, tandanya ia sudah menjadi seorang remaja / dewasa muda. Dan mulai saat itu, ia sudah bertanggung jawab kepada Tuhan atas segala perbuatan yang ia lakukan, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Pahala dan dosa atas perbuatannya itu akan menjadi tanggungannya. Dalam agama Islam, ia disebut sudah mukallaf.

• Beritahukan kewajiban yang harus dilakukan setelah mengalami mimpi basah (sesuai dengan ajaran agama masing-masing).
Dalam Islam, orang yang mimpi basah diwajibkan untuk mandi besar / mandi junub, yaitu :
1. Bersihkan kemaluan dari cairan sperma yang masih menempel.
2. Cuci kedua tangan.
3. Berniat untuk bersuci ("Aku berniat mensucikan diri dari hadats besar karena Allah"). Minta ia untuk melafalkannya.
4. Berwudhu.
5. Mandi, minimal menyiram air ke bagian tubuh sebelah kanan tiga kali, dan ke bagian sebelah kiri sebanyak tiga kali, hingga seluruh anggota tubuh terkena air.
6. Cuci kaki sebanyak tiga kali.
• Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa yang telah kita sampaikan.

Tentang madzi
• Jika ia melihat hal-hal / gambar-gambar yang tidak pantas dilihat oleh anak (gambar yang tak senonoh), maka bisa jadi, ia akan mengeluarkan cairan yang disebut madzi. (Kita beri tahukan kepada mereka contoh cairannya, yaitu lem UHU).
• Cara membersihkannya cukup dengan : mencuci kemaluan, mencuci tangan lalu berwudhu.
• Ingatkan kepadanya, jika ia tidak melakukannya, ia tidak bisa sholat dan tidak bisa membaca Al Qur’an.
• Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa yang telah kita sampaikan.

Hal penting yang harus kita ingat sebelum membicarakan masalah ini kepada anak adalah kita berlatih dahulu bagaimana cara menyampaikannya. Mengapa ? Agar komunikasi yang akan kita lakukan tidak tegang, dan berjalan dengan hangat. Agar anak merasa nyaman dan ia dapat menerima pesan yang kita sampaikan dengan baik.

Alat peraga berupa buah dan lem dapat digunakan untuk menjelaskan perbedaan mani dan madzi yang keluar dari alat kelamin laki2.

- Untuk mani : Aduk kanji/tepung sagu dengan air, jangan terlalu encer, hingga masih ada butir-butir kecilnya. Beri sedikit bubuk kunyit, hingga menjadi agak kuning. Taruh di wadah/botol.

- Untuk madzi : Beli lem khusus, seperti lem UHU.

Referensi :
Buku Fitrah Based Education by Harry Santosa.
Https:m.facebook.com/story.php?story_fbid...

- Review Materi Presentasi Kel. 9 BunSay IIP Tangerang Batch #3 (Annisa Dhania Y., Maisharah Zulfa, Murdianah, Putriana Mahardika) -

Tarbiyah Jinsiyah

Tarbiyah Jinsiyah adalah upaya mendidik nafsu syahwat agar sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga ia menjadi nafsu yang dirahmati Allah, dengan tujuan terbentuknya sakinah mawaddah warohmah dalam sebuah rumah tangga yang mampu mendidik keturunannya untuk mentaati perintah Allah swt., sehingga manusia terbebas dari perbuatan zina.

Untuk mengatasi tantangan terkait gender seperti seks pra nikah, LGBT, pelecehan seksual, dan penularan HIV, orang tua diharapkan dapat membangkitkan fitrah seksualitas. Orang tua dapat menerapkan 15 konsep tarbiyah jinsiyah untuk membangkitkan fitrah seksualitas pada anak, yaitu :
1. Memperkenalkan konsep aurat
2. Memisahkan tempat tidur dan menjelaskan adab kesopanan
3. Mendidik adab isti'zan dalam rumah tangga
4. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan feminine pada anak perempuan
5. Memperkenalkan konsep mahrom dan adab pergaulan
6. Mendidik agar menjaga pandangan mata
7. Mengenalkan sanksi perzinahan dalam Islam
8. Mendidik agar tidak melakukan ikhtilath
9. Mendidik agar tidak melakukan khalwat
10. Mendidik etika berhias
11. Mendidik konsep thoharoh
12. Menjelaskan makna khitan, ihtilam, dan haid
13. Menjelaskan proses kejadian manusia berdasarkan Quran dan hadits
14. Mengajarkan puasa sunah
15. Mengajarkan etika suami istri pada mereka yang benar-benar akan menikah

Tentang Khitan
Waktu untuk untuk berkhitan memang masih diperselisihkan ulama, ada pendapat yang mengatakan hari kelahiran, hari ketujuh atau ketika berusia tujuh tahun. Adapun yang lebih tepat adalah boleh kapan saja asalkan tidak melebihi usia baligh.

Pendidikan seks penting tapi tetap harus memperhatikan konsep aurat.

Syaikh Abdullah Al-Jibrin rahimahullah berkata
“Yang afdhal (lebih baik) khitan dilakukan ketika kecil karena ada mashlahat yaitu (jika dilakukan saat besar) kulit (pembungkus penis) setelah usia tamyis (sekitar 7 tahun) akan mengeras dan menebal. Oleh karena itu khitan dilakukan sebelum tamyis karena masih lunaknya kulit dan mudah untuk dipotong. Dan juga karena ketika kecil belum ada hukum aurat, maka boleh membuka dan menyentuhnya untuk kemashlahatan. Kemudian juga lebih mudah diobati dan luka lebih cepat sembuh.

- Review Materi Presentasi Kel. 8 BunSay IIP Tangerang Batch #3 (Stephani A, Vivi D.C., Mutiara A. R., Yunita Bayu) -

Rabu, 26 September 2018

Anakku Sudah Puber?

Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum anak puber. Jika dulu mungkin kita belum dibekali pengetahuan tentang puber dan malu bertanya saat mengalaminya, mari berupaya agar hal ini tidak terulang pada anak kita. Berikan informasi yang tepat supaya anak siap memasuki masa pubernya.

Pubertas adalah masa dimana seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan seksual. Biasanya dialami sejak usia 8 atau 10 tahun dan berakhir di usia 16 atau 17 tahun.

Selama fase puber anak rentan karena mulai mencari dan penasaran tentang perubahan yang terjadi pada dirinya sehingga mereka perlu didampingi.

Sebelum anak puber ada masa dimana anak bisa dipersiapkan secara mental untuk menghadapinya yaitu masa tamyiiz. Yaitu kondisi dimana anak sudah bisa membedakan satu sama lain dan sudah bisa berkomunikasi baik dengan teman sebayanya maupun dengan orang dewasa.

Menurut kelompok 6, pendidikan yang perlu diberikan pada masa tamyiiz, sbb :
1. Sholat 5 waktu
2. Corrective action
3. Mengingatkan anak dan mendengarkan perasaannya
4. Hindari berbohong
5. Eksplorasi
6. Membedakan aurat laki-laki dan perempuan
7. Mengenalkan anak tentang masa pubertas

Perhatikan 3 prinsip dalam mendidik seksualitas anak yaitu seksualitas yang benar, sehat, dan lurus.

Hal utama yang mempengaruhi pubertas adalah genetik, hormon, kontak dengan senyawa kimia, obesitas, dan lingkungan.

Cara mencegah pubertas terlalu dini:
1. Kedekatan dengan ayah (feromon ayah membuat hormon anak perempuan berkembang sesuai waktunya)
2. Pilih makanan sehat
3. Kurangi kontak langsung dengan bahan kimia

- Review Materi Presentasi Kel. 6 BunSay IIP Tangerang Batch #3 (Laila Sari Dewi, Friesca E.P., Kustiana) -

Selasa, 25 September 2018

Menumbuhkan Fitrah Seksualitas pada Anak Perempuan

Tahap Kedekatan Anak Perempuan dengan Ortu
0-2 th Dekatkan anak dengan ibunya
3-6 th Dekatkan anak dengan ayah ibunya
7-10th Dekatkan anak dengan ibunya
10-14 th Dekatkan anak dengan ayahnya
>15 th Anak mampu bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri

Menanamkan nilai keagamaan sejak dini, memperkuat identitas sesuai gender, mengajarkan tentang aurat dan reproduksi sesuai usia, dan mengajarkan adab interaksi dengan sesama serta lawan jenis diharapkan mampu menjawab tantangan yang dihadapi dalam menumbuhkan fitrah seksualitas.


- Review Materi Presentasi Kel. 5 BunSay IIP Tangerang Batch #3 (Deasita, Desti, Fitri R.) -

Senin, 24 September 2018

Fitrah Seksualitas dan Homoseksual

Membangkitkan fitrah seksualitas pada diri anak membantu anak menjadi perempuan dan laki-laki sejati yang menyadari perannya masing-masing dalam kehidupan. Dengan memahami peran tersebut diharapkan dapat menjauhkan anak dari penyimpangan perilaku seksual seperti homoseksual.

Sebagai orang tua tentu kita ingin mencegah supaya anak terhindar dari penyakit sosial tersebut. Oleh karenanya diperlukan kerjasama antara ibu dan ayah untuk membangun kedekatan antara anak dengan orang tua, memberikan pemahaman agama, dan menciptakan lingkungan yang baik. Mungkin dalam pelaksanaannya tak mudah tapi hal ini merupakan ikhtiar untuk menjaga anak dari penyakit sosial yang belakangan ini makin marak terjadi dan berusaha dilegalkan oleh sekelompok golongan.

- Review Materi Presentasi Kel. 4 BunSay IIP Tangerang Batch #3 (Arimbi, Ayu W., Dian U.H.) -

Minggu, 23 September 2018

Peran Ayah Ibu dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak

Fitrah adalah kondisi yang diciptakan Allah sesuai kepribadian anak yang sesungguhnya telah ada sejak lahir. Diantaranya fitrah iman, fitrah belajar, fitrah bakat, dan fitrah seksualitas.

Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang merasa, berpikir, dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai perempuan sejati atau lelaki sejati.

Mendidik fitrah seksualitas berarti kita merawat, membangkitkan, dan menumbuhkan fitrah sesuai gendernya. Mari resapi QS. Ar-Rum : 30.
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui"

Cara menumbuhkan fitrah seksualitas anak :
0-2 tahun Dekatkan anak laki-laki/perempuan dengan ibu.
Contoh kegiatan : menyusui tanpa menyambi kegiatan apapun
3-6 tahun Dekatkan anak laki-laki/perempuan dengan ayah dan ibu.
Contoh kegiatan : bermain peran bersama
7-10 tahun Dekatkan anak perempuan dengan ibu, dan anak laki-laki dengan ayah.
Contoh kegiatan : Ayah mengajak anak laki-laki ke masjid, aktif menyeru agama Allah.
Ibu melatih empati dan rasa melaui tugas kewanitaan.
10-14 tahun Dekatkan anak perempuan dengan ayah, dan anak laki-laki dengan ibu.
Di usia ini diharapkan fitrah sesuai gender sudah diturunkan secara utuh sehingga pada tahap ini kacamata lawan jenis mulai bekerja.
15 tahun ke atas orang tua sebagai partner.

Tantangan sesuai gender dapat diatasi jika ayah bunda kembali ke fitrah, pendidikan fitrah seksualitas diajarkan sejak dini sesuai dengan tahapan usia anak, kelekatan dan komunikasi terjalin, suplai maskulinitas dan feminitas imbang.

Fitrah bunda diantaranya :
* supplier feminitas
* pelaksana harian pendidikan
* pembangun hati dan rasa
* sang harmoni dan sinergi

Fitrah ayah diantaranya :
* suplier maskulinitas
* penanggung jawab
* pembangun sistem berpikir
* sang ego dan individualitas

Diharapkan dengan pendidikan fitrah seksualitas peran ayah dan bunda sejati dapat terwujud. Ingat-ingatlah untuk mengisi teko sebelum menuangnya. Ingat menambah ilmu sebelum membaginya 😊

- Review Materi Presentasi Kel. 3 BunSay IIP Tangerang Batch #3 (Arie A., Faradillah, Iin I.) -

Sabtu, 22 September 2018

Kedekatan dengan Orang Tua


Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang menjaga fitrahnya sebagai perempuan atau laki-laki meliputi aspek sosial, biologis, psikologis, dan kultural. Salah satu alasan pentingnya fitrah seksualitas dibangkitkan adalah agar dapat mengenali peran seksualitas. Salah satu tantangan terkait gender adalah tidak berperan sesuai norma.

Ada dua solusi yang ditawarkan kelompok 2 untuk menjawab tantangan terkait gender. Solusi yang pertama, tumbuhkan kedekatan orang tua dan anak dengan cara memperbanyak kegiatan bersama. 0-2 tahun lebih dekat dengan ibu, 3-6 tahun dekatkan dengan ayah ibu, 7-10 tahun dekatkan dengan orang tua yang jenis kelaminnya sama, 10-14 tahun dekatkan dengan orang tua yang jenis kelaminnya berbeda, 14 tahun ke atas anak akan memahami identitas diri.

Solusi kedua, mengajarkan adab pergaulan pada anak. Ada empat komponen adab pergaulan yaitu hijab, reproduksi, janabah, istidzan. Hijab mulai dikenalkan sejak dini pada anak serta menyampaikan tentang aurat. Reproduksi salah satunya terkait dengan aktivitas membersihkan diri. Janabah adalah menyampaikan tentang haid dan mimpi basah serta praktik mandi besar. Istidzan adalah diawali dari pisah kasur hingga pisah kamar, ada beberapa tahap. Pada solusi kedua ini juga diperlukan kedekatan orang tua dan anak agar tidak terlalu canggung saat memberikan informasi.

- Review Materi Presentasi Kel. 2 BunSay IIP Tangerang Batch #3 (Nafta, Nurul, Rosa) -

Jumat, 21 September 2018

Kenali Tubuhmu

Dari presentasi kel. 1 saya mendapat ilmu baru tentang Fitrah Seksualitas.

Fitrah Seksualitas adalah cara seseorang berpikir dan bersikap sesuai gender yang Allah tetapkan padanya. Penting untuk dibangkitkan agar anak hidup sesuai gendernya dan tidak terjadi penyimpangan seksual.

Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan gender adalah kurangnya pengetahuan tentang tugas masing-masing gender, gender sesuai syariat, dan fenomena penyimpangan serta pelecehan seksual. Solusinya adalah membentengi anak dengan ilmu agama, kenalkan anak tentang gender sejak dini, kenalkan anak tentang pelecehan seksual dan cara menghindarinya sesuai usianya.

Salah satu cara menghindari anak dari pelecehan seksual adalah dengan mengenali fungsi anggota tubuh. Tujuannya agar anak mengetahui fungsi tubuh, mengetahui bagian mana yang boleh atau tidak disentuh, dan menjaga tubuh dengan baik yang merupakan amanah Allah. Media belajarnya bisa dengan lagu "Dua Mata Saya" dan "Sentuhan Boleh, Sentuhan Tidak Boleh".

Diskusi
#1 Cara menumbuhkan fitrah seksualitas anak yang sudah terlanjur menyimpang di usia baligh :
Orang tua terus menjalin komunikasi yang baik dengan anak, memperhatikan pergaulannya, orang tua instropeksi, mohon ampun pada Allah, dan bisa meminta bantuan tenaga ahli.

#2 Perlukah mengenalkan alat kelamin pada anak yg baru bisa bicara (1-2 thn)? Bagaimana caranya? Apa harus nama aslinya?
Perlu karena walaupun masih kecil mereka bisa merekam informasi apapun yang diterima. Bisa disampaikan saat kita memandikan anak, atau memakaikan baju anak sambil dijelaskan fungsinya. Sebutkan dengan nama "ASLI" agar ke depan tidak canggung dalam mengucapkannya 😇

#3 Kadang dilema saya, saya selalu mengajarkan anak saya usia 7 hampir 8 th untuk menyayangi kaum perempuan, karena mama nya ini juga perempuan, nah sering saya ngebatin sendiri dengan istilah "penyetaraan gender".
Setahu kami dalam Islam tidak ada kesetaraan gender. Perempuan dan lelaki berbeda. Semua punya tugas dan peran masing2. Tapi jika seperti masalah pendidikan, kesempatan hidup layak, semuanya sama.
Mungkin istilahnya perlu diganti jangan kesetaraan gender. Lalu terkait menyayangi lawan jenis itu berkaitan dengan mahrom. Perlahan kita kenalkan pembagian mahrom.

- Review Materi Presentasi Kel. 1 BunSay IIP Tangerang Batch #3 (Respati, Tina, Eka) -

Rabu, 05 September 2018

Melukis



Saya ragu saya mendongeng atau tidak. Saya sedang mencoba melakukan sesuatu yang berbeda seperti melukis pasir sambil bercerita. Kemampuan melukis saya juga di bawah rata-rata tapi saya ingin Mufid menikmati cerita dengan cara berbeda.

Saya melukis matahari dan orang sambil bercerita tentang beberapa anak yang berlarian sambil tertawa. Tiba-tiba salah satu dari mereka kesakitan dan semua khawatir. Tedi sakit gigi dan adiknya, Rosi bertanya apa yang dimakan tadi pagi. Tedi makan nasi, tempe, ikan, sayur bayam. Setelah ditanya lebih lanjut ternyata malamnya Tedi makan coklat lalu langsung tidur karena kekenyangan, tanpa sikat gigi terlebih dulu. Tedi yang kesakitan menyesal dan berjanji takkan mengulanginya.


Selasa, 04 September 2018

Minum Susu



Mufid suka sekali minum susu. Kadang saat bangun malam untuk pipis, setelahnya Mufid minta susu pasteurisasi di kulkas. Saya khawatir kelebihan gula dan nafsu makan berkurang karena kenyang susu.

Saat Mufid bermain mobil-mobilan saya meminjam dua mobilnya (merah dan putih) untuk jadi tokoh cerita. Putih memuji Merah yang terlihat kuat dan ternyata suka sekali minum susu, seharix bisa 5 kali. Putih mengkhawatirkan Merah terlalu banyak minum minuman manis dan bisa bikin sakit gigi atau kegendutan. Merah ingat sepertinya akhir-akhir ini makannya kurang karena kenyang minum susu. Putih mengingatkan tentang pentingnya makanan bergizi, bukan hanya minum susu.

Senin, 03 September 2018

Efek Dongeng Bagian 3

Suatu siang Mufid minta main di luar. Mufid bawa 2 mobil kecil untuk main bersama. Setelah beberapa lama, teman2 Mufid pulang dan membawa mobil yang besar. Mufid pun ingin mobil-mobilan yang besar. Saya tawarkan untuk bantu ambil di rumah sementara Mufid tetap main bersama teman-teman. Tak disangka, Mufid mengiyakannya. Saya memastikan dan jawabannya sama. Tempat mainnya hanya berjarak 4 rumah tapi Mufid tidak pernah main sendiri. Akhirnya saya pulang, ambil mobil-mobilan dan HP untuk dokumentasi, lalu kembali ke Mufid.

Alhamdulillah. Senang sekali mendapati Mufid masih asyik main sama teman-teman tanpa merengek mencari Ibun atau Uti.

Apakah ini efek mendongeng kemarin tentang keberanian? MasyaAllah. Tabarakallah. Saya belum tahu apakah ini akan terus berlangsung tetapi ini adalah satu pencapaian yang harus disyukuri.

NB : saya tidak mendokumentasikan saat Mufid dan teman-temannya bermain di awal atau saat menunggu karena tidak bawa HP



Minggu, 02 September 2018

Aku Pemberani

Mobil-mobilan, tokoh dongeng "Aku Pemberani"


Ibun : "Mobil yang kuning kemana, Nak?" Mufid : "Masuk ke kamar Uti"
Ibun : "Oooh. Yang kuning di kamar Uti. Yang lain di luar. Kuning pemberani ya?"
Mufid : "Iya"

Ibun tercetus ide untuk mendongeng tentang keberanian dengan kedua mobil Mufid, Hijau dan Kuning.
Hijau (H) : "Kuning, kuning. Kamu dari mana?"
Kuning (K) : "Aku dari kamar Uti. Kamu belok kiri, aku ke kanan"
Hijau (H) : "Ke kamar Uti sama siapa?"
Kuning (K) : "Sendiri"
Hijau (H) : "Kamu berani banget"
Kuning (K) : "Iya. Emang kenapa harus takut?"
Hijau (H) : "Pergi jauh sendirian kan takut"
Kuning (K) : "Kan masih kelihatan dari tempat Ibun"
Hijau (H) : "Tapi aku maunya ditemenin kalau jauh perginya"
Kuning (K) : "Perginya nggak jauh. Ibun masih kelihatan dari sini"
Hijau (H) : "Hmmm"
Kuning (K) : "Ibun bisa lihat aku?"
Ibun (H) : "Iya bisa. Nih ibun teropong"
Kuning (K) : "Nggak apa-apa kan bun kalau aku ke sini sendiri?"
Ibun : "Nggak apa2".