Selasa, 07 Agustus 2018

Mobilnya Parkir



Siang tadi Mufid main ke rumah Uti Min, adik Akung Mufid. Di sana Mufid main mobil-mobilan bersama Atenya. Saya berusaha menyuapinya supaya mau makan karena sudah 5 hari makannya sangat sedikit bahkan pernah tidak mau makan sama sekali sedangkan perutnya sedang tidak bisa berkompromi dengan susu UHT, minuman favoritnya.

Setelah main dengan semangat 15-20 menit, Mufid ke garasi dan memarkir mobil-mobilannya.
Mufid : "Mobilnya parkir, capek"
Ibun : "Ooh, mobilnya capek jadi parkir?"
Mufid : "Iya"
Ibun : "Kalau Mufidnya capek nggak?"
Mufid : "Iya"
Ibun : "Mufid capek?"
Mufid : "Iya, mau tidur"
Ibun : "Mainnya udah, mau tidur aja?"
Mufid : "Iya, ayo pulang"
Lalu kami pamit pulang.

Kreatifnya Mufid. Bilang mobil capek, mau istirahat padahal Mufid sendiri yang mau istirahat. Hehe.


Senin, 06 Agustus 2018

Bermain Kaos Kaki


Tadi malam saat Mufid tidur Ibun memakaikan Mufid kaos kaki supaya tidak kedinginan. Paginya Mufid melepas kaos kaki. Ibun iseng minta Mufid pakai lagi. Mufid mencoba beberapa kali tapi belum berhasil.

Lalu Mufid bermain peran. Pertama Mufid menjadikan kaos kaki warna putih itu sebagai adonan. Dia menarik-narik adonan sambil bilang, "Pertama-tama... Tambahkan bahan-bahannya. Masukan ke sini". Haha. Saya tertawa geli melihatnya menirukan Chef Rudi Khoirudin memasak. Iya, Mufid dan Babeh suka nonton acara masak.

Setelah selesai bermain masak-masakan, Mufid memasukkan kaos kaki ke tangan dan menjadikannya boneka tangan. "Halo", kata Mufid sambil menggerak-gerakan tangan kanannya ke arah kaki kanan yang sudah Ibun pakaikan kaos kaki terlebih dulu.

Mufid mencoba memakai kaos kaki


Minggu, 05 Agustus 2018

Ngobrol Kreatif

Ilustrasi diskusi 😁


Saya dan suami sama-sama suka bercerita walau kadarnya banyakan saya. Hehe. Saya bersyukur diberi suami pendengar yang baik. Rasanya dia selalu tahu kapan waktunya saya cuma butuh didengarkan, kapan saya butuh solusi, kapan butuh dibecandain aja. Saya suka cerita apaaa aja pada suami, kadang tentang keluarga, tetangga, teman, dll. Tapi saya dan suami berusaha mencari hikmah dari peristiwa tertentu, seperti pembicaraan dalam perjalanan pulang dari rumah Ibu Mertua malam tadi.

Saya membuka pembicaraan tentang statement salah satu kerabat, "Yaa Allah kenapa hidup gue sengsara gini pas tua (sudah pensiun tapi anak-anaknya masih sekolah dan kuliah), padahal gue nggak pelit sama orang tua (sekarang keduanya sudah meninggal)". Disitu saya berpikir, bener juga ya. Ada orang bilang jangan pelit sama ortu insyaAllah hidup kita penuh berkah, insyaAllah cukup. Tapi kalau dipikir lagi, apa tidak terlalu naif jika kita berpikir dengan hanya royal dengan orang tua maka kita kelak nggak akan cukup hidupnya? Saya dan suami diskusi tentang latar belakang kerabat tersebut dari mulai memilih jodoh, proses tumbuh bersama pasangan hidup, pola asuh, perencanaan keuangan dengan baik, dll. Semua itu menjadi pembelajaran untuk kami, menurut kami masih ada yang kurang ideal dan butuh perbaikan.

Kisah lainnya adalah kerabat yang enggan berbagi. Jangankan pada keluarga besar, pada adik2nya sendiri pun enggan. Anehnya kini dia sudah berkeluarga dan punya anak tapi perilaku pada ibunya kurang baik, terutama terkait dengan finansial. Saya dan suami diskusi kira2 faktor apa yang menyebabkan perilaku itu muncul. Tersebutlah pola asuh tapi suami saya berpendapat pasti ada kejadian tertentu yang menjadi trigger atas perilaku yang kurang menyenangkan itu.

Setelah itu kami berdua berdoa supaya kami sekeluarga dijauhkan dari perilaku-perilaku yang kurang baik.

Sabtu, 04 Agustus 2018

Balapan pom-pom

Ekspresi bahagia Mufid menang balapan pom-pom


Pertengahan Juli Mufid sudah 2,5 tahun tapi kami belum berhasil wwl. Bulan Juni kami sepakat nggak nen bulan Agustus tapi qadarullah 30 Juli Mufid diare sampai hari ini. Sekarang mulai tahap pemulihan tapi Mufid masih susah makan sehingga masih lemes dan makin sering minta nen. Kadang saya berusaha mengalihkan perhatiannya dengan aktivitas lain.

Hari ini kami main pom-pom untuk menunjukkan mana gambar segitiga di antara gambar bentuk lingkaran. Mufid berhasil lalu tampak bosan. Saya punya ide spontan yaitu balapan pom-pom. Kami eksekusi dan berhasil mengalihkan perhatiannya sampai tiba waktu tidur (sambil nen). Alhamdulillah.

Jumat, 03 Agustus 2018

Z



Mufid bermain puzzle huruf


Mufid sedang suka bermain puzzle huruf. Saat menaruh huruf Z...
Mufid : "Ini untuk apa?"
Ibun : "Huruf apa? Huruf Z"
Mufid : "Z untuk apa?"
Oooh, Ibun baru mengerti pertanyaan Mufid. Beberapa hari lalu saya menyanyikan beberapa huruf dan menyebutkan nama benda yang diawali huruf tertentu.
Ibun : "Z untuk Zebra"
Mufid : "Bukan"
Ibun : "Untuk apa dong?"
Mufid : "Tobot Z"
Ibun tertawa 😆

Kamis, 02 Agustus 2018

Termometer

Dini hari Mufid terbangun 2 x karena ingin BAB. Wajahnya sudah lebih segar tapi badannya masih lebih panas dari biasanya. Sekitar pukul 6 pagi saya cek suhu badannya di ketiak. Sayang, Mufid terbangun. Lalu ia meminjam termometer dan mencoba di perut dan dada. Hihi. Kemudian saya memberi tahu tempat menaruh dan cara memakai termometer digital itu. Mufid mencobanya sendiri dan sabar menunggu hingga termometer berbunyi. "2,8 centi", kata Mufid 😅

Rabu, 01 Agustus 2018

Halaman Buku



Mufid suka membaca buku, salah satu buku favoritnya adalah salah satu seri Confidence in Science yaitu "Apa saja yang Melindungi Tubuh Kita?" Bagian yang paling ia suka adalah tentang Raja yang buang angin, apalagi jika dibaca dengan e-pen (elektronik pen). Mufid menjelajahi semua bagian di halaman tersebut hingga saya tercetus ide agar Mufid mencoba menyentuhkan epen di nomor halaman. Saya minta ia mengingat-ingat nomor halaman itu agar saat ingin baca bagian tersebut, tinggal sebutkan halamannya dan minta tolong orang yang di dekatnya mencarikan.

Ketika selesai membaca, saya tanya, "Upi, Raja kentut di halaman berapa?", Mufid menjawab "12". Yeay! Alhamdulillah.