Tampilkan postingan dengan label kuliah bunsay iip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah bunsay iip. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Agustus 2018

Pancake Pisang

Di rumah ada 2 buah pisang ambon yang sudah hampir busuk. Awalnya beli pisang ambon untuk mengurangi diare Mufid, eh anaknya belum mau makan pisang. Ibun mengajak Mufid mengolahnya menjadi pancake tanpa tepung. Tujuannya Mufid makan buah, karena sejak usia setahun lebih dan sempat sakit seminggu lebih, Mufid jadi susah makan buah. Ibun meniru resep di cookpad. Maafkan resep sesederhana ini saja menir, Ibun belum hobi masak.

Bahan-bahan :
▪ Pisang ambon
▪ Telur
▪ Mentega

Cara membuat :
▪ Lumatkan pisang
▪ campurkan dengan telur
▪ Panaskan di wajan yang telah dilumuri mentega

Alhamdulillah Mufid mau mencoba melumatkan pisang dengan ulekan MPASI dan garpu (mencoba bergantian), mencampur adonan dengan telur, menuangkan adonan ke wajan kecil. Yang masih menjadi PR kesabarannya menunggu sampai pancake matang. Hehe. Nggak apa-apa, namanya juga belajar. Sambil menunggu, saya usulkan agar Mufid mencuci peralatan yang sudah tak dipakai. Alhamdulillah Mufid mau.

Selesai memasak, saya puji Mufid karena mau mencoba membuat pancake dan mencuci peralatan masak. Dia tersenyum. Semoga apresiasi ini bisa mengasah kreativitasnya. Berdasarkan camilan 2 "Mengasah Kreativitas Anak" materi Think Creative, "Saat anak merasa diri nya bisa dan usaha mereka dihargai maka mereka akan berusaha lebih baik dan tidak takut untuk mencoba tantangan yang baru".

Makannya kapan? Setelah sholat magrib. Alhamdulillah habis 1. Komentarnya, "Ini sedikit asem, sedikit nggak enak, tapi enak, Bun".

Membaca kembali camilan 2 camilan 2 "Mengasah Kreativitas Anak" materi Think Creative, menurut saya ada beberapa hal dari kegiatan memasak ini yang dapat mengasah kreativitas anak. Pertama, mengisi waktu senggang dengan kegiatan kreatif. Kedua, mengurangi larangan. Saya biarkan Mufid memilih mau melumatkan pisang dengan garpu atau ulekan. Ketiga, bercerita dan bergurau. Saat memasak saya sisipkan cerita dan gurauan. Keempat, melakukan kegiatan sehari-hari, yaitu mencuci piring, bertanggung jawab setelah menggunakan. Kelima, memberikan apresiasi. Dan bonusnya, memasak dapat menambah kosakata serta meningkatkan bonding antara ibu dan anak. 😊



Kamis, 09 Agustus 2018

Coklat




Kemarin pagi Ibun ngaji jadi Mufid di rumah sama Uti. Ibun dapat cerita ini dari Uti. Tetangga rumah, Cici Abeth, menawarkan coklat sebelum berangkat kerja. Awalnya Mufid hanya mengambil 1 lalu Cici Abeth memberikan 5 coklat untuk Mufid.

Mufid : "Cokatnya (coklatnya) 1 buat Upi, 1 buat Uti, 1 buat Babeh, 1 buat Ibun, 1 buat ate"
Uti : "iya"
Mufid makan 1 coklat dan membuang bungkusnya ke tempat sampah.
Mufid : "Abis Ti, cokat Upi"
Uti : "Upi mau lagi?"
Mufid : "Iya"
Uti : "Yaudah makan aja"
Mufid makan lalu buang sampah
Mufid : "Babeh nggak puyang-puyang ya?"
Uti : "Iya, kan Babeh baru berangkat, pulangnya sore".
Mufid : "Ibun nggak puyang-puyang nih"
Uti : "Nanti abis adzan dzuhur"
Mufid : "Ate nggak puyang-puyang"
Uti : "Pulangnya nanti sore, sebelum Magrib"
Mufid melihat coklatnya.
Uti : "Upi masih mau coklatnya?"
Mufid : "Iya"
Uti : "Yaudah makan aja"
Mufid menghabiskan coklat koinnya.

Terima kasih saat punya makanan Mufid sudah ingat semua orang di rumah. InsyaAllah niat baiknya sudah dicatat. Nggak apa-apa kali ini khilaf, coklat memang sangat menggoda. Hihi.

Rabu, 08 Agustus 2018

"Karpet" Bubble Wrap


Malam tadi Mufid main ke rumah Uti Min. Setelah bosan main dengan adik Bara, sepupunya yang masih bayi, Mufid mencari mainan lain. Om nya memberikan bubble wrap bekas belanja di online shop. Mufid hanya tertarik sebentar, akhirnya saya taruh bubble wrap itu di lantai. Mufid berlarian sehingga menimbulkan suara. Kadang lari kencang, lari pelan, kadang jalan. Sepertinya Mufid sedang membedakan suara yang dihasilkan dari tiga pola langkah yang berbeda itu.

Selasa, 07 Agustus 2018

Mobilnya Parkir



Siang tadi Mufid main ke rumah Uti Min, adik Akung Mufid. Di sana Mufid main mobil-mobilan bersama Atenya. Saya berusaha menyuapinya supaya mau makan karena sudah 5 hari makannya sangat sedikit bahkan pernah tidak mau makan sama sekali sedangkan perutnya sedang tidak bisa berkompromi dengan susu UHT, minuman favoritnya.

Setelah main dengan semangat 15-20 menit, Mufid ke garasi dan memarkir mobil-mobilannya.
Mufid : "Mobilnya parkir, capek"
Ibun : "Ooh, mobilnya capek jadi parkir?"
Mufid : "Iya"
Ibun : "Kalau Mufidnya capek nggak?"
Mufid : "Iya"
Ibun : "Mufid capek?"
Mufid : "Iya, mau tidur"
Ibun : "Mainnya udah, mau tidur aja?"
Mufid : "Iya, ayo pulang"
Lalu kami pamit pulang.

Kreatifnya Mufid. Bilang mobil capek, mau istirahat padahal Mufid sendiri yang mau istirahat. Hehe.


Senin, 06 Agustus 2018

Bermain Kaos Kaki


Tadi malam saat Mufid tidur Ibun memakaikan Mufid kaos kaki supaya tidak kedinginan. Paginya Mufid melepas kaos kaki. Ibun iseng minta Mufid pakai lagi. Mufid mencoba beberapa kali tapi belum berhasil.

Lalu Mufid bermain peran. Pertama Mufid menjadikan kaos kaki warna putih itu sebagai adonan. Dia menarik-narik adonan sambil bilang, "Pertama-tama... Tambahkan bahan-bahannya. Masukan ke sini". Haha. Saya tertawa geli melihatnya menirukan Chef Rudi Khoirudin memasak. Iya, Mufid dan Babeh suka nonton acara masak.

Setelah selesai bermain masak-masakan, Mufid memasukkan kaos kaki ke tangan dan menjadikannya boneka tangan. "Halo", kata Mufid sambil menggerak-gerakan tangan kanannya ke arah kaki kanan yang sudah Ibun pakaikan kaos kaki terlebih dulu.

Mufid mencoba memakai kaos kaki


Minggu, 05 Agustus 2018

Ngobrol Kreatif

Ilustrasi diskusi 😁


Saya dan suami sama-sama suka bercerita walau kadarnya banyakan saya. Hehe. Saya bersyukur diberi suami pendengar yang baik. Rasanya dia selalu tahu kapan waktunya saya cuma butuh didengarkan, kapan saya butuh solusi, kapan butuh dibecandain aja. Saya suka cerita apaaa aja pada suami, kadang tentang keluarga, tetangga, teman, dll. Tapi saya dan suami berusaha mencari hikmah dari peristiwa tertentu, seperti pembicaraan dalam perjalanan pulang dari rumah Ibu Mertua malam tadi.

Saya membuka pembicaraan tentang statement salah satu kerabat, "Yaa Allah kenapa hidup gue sengsara gini pas tua (sudah pensiun tapi anak-anaknya masih sekolah dan kuliah), padahal gue nggak pelit sama orang tua (sekarang keduanya sudah meninggal)". Disitu saya berpikir, bener juga ya. Ada orang bilang jangan pelit sama ortu insyaAllah hidup kita penuh berkah, insyaAllah cukup. Tapi kalau dipikir lagi, apa tidak terlalu naif jika kita berpikir dengan hanya royal dengan orang tua maka kita kelak nggak akan cukup hidupnya? Saya dan suami diskusi tentang latar belakang kerabat tersebut dari mulai memilih jodoh, proses tumbuh bersama pasangan hidup, pola asuh, perencanaan keuangan dengan baik, dll. Semua itu menjadi pembelajaran untuk kami, menurut kami masih ada yang kurang ideal dan butuh perbaikan.

Kisah lainnya adalah kerabat yang enggan berbagi. Jangankan pada keluarga besar, pada adik2nya sendiri pun enggan. Anehnya kini dia sudah berkeluarga dan punya anak tapi perilaku pada ibunya kurang baik, terutama terkait dengan finansial. Saya dan suami diskusi kira2 faktor apa yang menyebabkan perilaku itu muncul. Tersebutlah pola asuh tapi suami saya berpendapat pasti ada kejadian tertentu yang menjadi trigger atas perilaku yang kurang menyenangkan itu.

Setelah itu kami berdua berdoa supaya kami sekeluarga dijauhkan dari perilaku-perilaku yang kurang baik.

Sabtu, 04 Agustus 2018

Balapan pom-pom

Ekspresi bahagia Mufid menang balapan pom-pom


Pertengahan Juli Mufid sudah 2,5 tahun tapi kami belum berhasil wwl. Bulan Juni kami sepakat nggak nen bulan Agustus tapi qadarullah 30 Juli Mufid diare sampai hari ini. Sekarang mulai tahap pemulihan tapi Mufid masih susah makan sehingga masih lemes dan makin sering minta nen. Kadang saya berusaha mengalihkan perhatiannya dengan aktivitas lain.

Hari ini kami main pom-pom untuk menunjukkan mana gambar segitiga di antara gambar bentuk lingkaran. Mufid berhasil lalu tampak bosan. Saya punya ide spontan yaitu balapan pom-pom. Kami eksekusi dan berhasil mengalihkan perhatiannya sampai tiba waktu tidur (sambil nen). Alhamdulillah.

Jumat, 03 Agustus 2018

Z



Mufid bermain puzzle huruf


Mufid sedang suka bermain puzzle huruf. Saat menaruh huruf Z...
Mufid : "Ini untuk apa?"
Ibun : "Huruf apa? Huruf Z"
Mufid : "Z untuk apa?"
Oooh, Ibun baru mengerti pertanyaan Mufid. Beberapa hari lalu saya menyanyikan beberapa huruf dan menyebutkan nama benda yang diawali huruf tertentu.
Ibun : "Z untuk Zebra"
Mufid : "Bukan"
Ibun : "Untuk apa dong?"
Mufid : "Tobot Z"
Ibun tertawa 😆

Kamis, 02 Agustus 2018

Termometer

Dini hari Mufid terbangun 2 x karena ingin BAB. Wajahnya sudah lebih segar tapi badannya masih lebih panas dari biasanya. Sekitar pukul 6 pagi saya cek suhu badannya di ketiak. Sayang, Mufid terbangun. Lalu ia meminjam termometer dan mencoba di perut dan dada. Hihi. Kemudian saya memberi tahu tempat menaruh dan cara memakai termometer digital itu. Mufid mencobanya sendiri dan sabar menunggu hingga termometer berbunyi. "2,8 centi", kata Mufid 😅

Rabu, 01 Agustus 2018

Halaman Buku



Mufid suka membaca buku, salah satu buku favoritnya adalah salah satu seri Confidence in Science yaitu "Apa saja yang Melindungi Tubuh Kita?" Bagian yang paling ia suka adalah tentang Raja yang buang angin, apalagi jika dibaca dengan e-pen (elektronik pen). Mufid menjelajahi semua bagian di halaman tersebut hingga saya tercetus ide agar Mufid mencoba menyentuhkan epen di nomor halaman. Saya minta ia mengingat-ingat nomor halaman itu agar saat ingin baca bagian tersebut, tinggal sebutkan halamannya dan minta tolong orang yang di dekatnya mencarikan.

Ketika selesai membaca, saya tanya, "Upi, Raja kentut di halaman berapa?", Mufid menjawab "12". Yeay! Alhamdulillah.

Selasa, 31 Juli 2018

Roti Coklat



Siang tadi Mufid diare. Setelah muntah dan pup, Mufid minum air hangat lalu tidur karena lemas. Bangun tidur, minum teh manis hangat dan memilih makan roti dibanding nasi soto ayam (padahal itu makanan kesukaannya). Tapi, Mufid minta roti coklat sementara roti kasur yang ada di rumah polos, manis jambu. Akhirnya Ibun usul bagaimana kalau rotinya dibelah lalu dikasih mentega dan meses? Alhamdulillah Mufid setuju dan mau memakannya. Baru makan beberapa suap, Mufid menyudahinya. Tidak apa-apa yang penting tubuh Mufid sudah menerima asupan. Lekas sembuh ya, Mufid anak sholih.

Senin, 30 Juli 2018

Makan Es Krim


Kemarin sore saya, Mufid, dan Ate makan es krim bersama. Saya dan Ate sudah habis sementara Mufid masih berusaha menghabiskan es krim tanpa mengigit cone. Setelah coba diemut2, dihisap, dipukul2, akhirnya dia gigit cone sampai es krimnya kena. Hehe. Saya dan Ate tertawa melihat tingkah kreatifnya.

Saya dokumentasikan dengan video tapi lama sekali ingin diupload jadi fotonya saja deh yang diupload.



Minggu, 29 Juli 2018

Perosotan



Tadi malam sepulang silaturrahim ke Pakdenya Mufid kami makan di sebuah resto cepat saji. Sambil menunggu Babeh memesan makanan saya menemani Mufid main perosotan. Qadarullah, kali ini kami harus menunggu lebih lama untuk menyantap makanan. Mari kita anggap ini rejeki Mufid untuk latihan berseluncur lebih lama.

Perosotan itu licin, agak curam, dan kaos Mufid juga licin sehingga Mufid butuh dibantu di awal agar tidak tersungkur. Babeh mengingatkan agar saya menjauh atau tidak terus membantu. Saat saya coba, Mufid hampir tersungkur atau nggeledak (kepala jatuh lebih dulu). Saya bilang pada Mufid untuk coba beberapa cara agar sampai di bawah dengan aman. Sempat ia terlalu nunduk sehingga hampir terbentur sisi mainan lain. Lalu Mufid coba tiduran, pegangan tepi perosotan, bilang pada diri sendiri "Hati-hati, pelan-pelan". Saat jatuh ia bilang, "gagay (gagal)" haha.

Puncaknya, ia menemukan suatu cara dan berhasil berhenti di ujung perosotan dengan aman. Mufid bilang, "Bun. Kalo kaki kanan (sambil nunjuk kaki kiri) diangkat, kaki kiri (sambil nunjuk kaki kanan) yuyus (lurus), nggak jatuh." MasyaAllah, anak sholihnya Ibun 😍 "Iya, Sayang? Ooh begitu? Jadi Mufid sudah tahu cara biar nggak jatuh? Hebat!" Jawab saya sambil mencium pipinya. Saya tidak sempat mengabadikan karena masih takut Mufid jatuh. Lalu Mufid mencoba lagi tapi pendaratan tak semulus sebelumnya. Hihi. Tidak apa. Yang penting Mufid tak bosan mencoba cari cara terbaik dan keberanian naik perosotan tanpa dijaga meningkat. Alhamdulillah.

Sabtu, 28 Juli 2018

Sarung Guling

Senangnya hari ini Babeh pulang setelah 4 malam menginap untuk pekerjaan kantor. Ibun, Mufid, dan Babeh siap-siap tidur. Setelah bercakap-cakap sebentar, Ibun mengganti sarung guling dan bantal, menyusul seprei yang sudah lebih dulu diganti. Melihat sarung guling besar diganti dengan motif mobil, Mufid minta ganti sarung guling kecilnya dengan motif mobil. Saya sudah ngantuk dan berusaha bilang besok kita cari ya, Ibun nggak punya sarung guling kecil gambar mobil. Tapi Mufid terus merengek hingga akhirnya Babeh usul menyarungi guling kecil dengan sarung guling besar. Alhamdulillah Mufid setuju dan suka.

Setelah sarung gulingnya diganti, Ibun menaruhnya di samping guling besar yang Babeh jadikan tumpangan kaki. Saya mempersilahkan Mufid bobo di samping babeh dan menumpangkan kakinya seperti Babeh. Mufid senyum, sepertinya ia senang.

Terima kasih Babeh. Lulus uji jadi suami kreatif untuk kesekian kalinya 😘

Jumat, 27 Juli 2018

Solutif

Kemarin Mufid main di rumah Uti Min (adik almarhum ayah saya). Mufid memainkan bola besar (gym ball) di dalam rumah, membawanya (menendang dan mendorong) keliling rumah. Saya memintanya untuk tidak main di ruang tamu karena sempit, banyak kursi dan meja. Selain itu, ada Tantenya Mufid yang sedang memberikan ASI untuk bayinya.

Tapi apa yang Mufid lakukan? Dia mengangkat bola pelan-pelan lalu menjatuhkannya lagi. Ya, Mufid mencari solusi atas masalahnya. Hebat! 😍




Kamis, 15 Februari 2018

Tebak Benda


Sepulang Posyandu kemarin, saya mengajak Mufid bermain "Tebak Benda" dengan palu mainan dan karpet. Sederhana tapi jika memainkannya bersama dan sungguh-sungguh jadi menyenangkan.

Saya menjelaskan cara bermain dan mencontohkannya baru mulai bermain, "Mufid, nanti Ibun sebutin namanya terus Mufid cari dan pukul ya. Misalnya, Cari Mobil Polisi... ini dia (sambil memukul gambar mobil polisi dengan palu). Horeee. Ibun ketemu mobil polisi." Saya tanya, "Mufid ngerti?" Mufid jawab, "iya" dengan wajah sumringah dan semangat ingin memukul. Lalu kami bermain beberapa kali sampai Mufid agak lelah dan bosan sehingga minta bermain yang lain. Lelah? Iya, karena Mufid bermainnya memutari karpet dan sampai nungging-nungging. Hahaha.

 

Gaya belajar yang Mufid tampilkan adalah auditori, visual, kinestetik.

Referensi:
Materi #4 Kelas Bunsay, Memahami Gaya Belajar Anak, Mendampingi dengan Benar.
Cemilan #3 Kelas Bunsay, Menstimulasi Gaya Belajar Anak.

#harike10
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#Auditori
#Visual
#Kinestetik
#kuliahBunSayIIP

Rabu, 14 Februari 2018

Huruf Hijaiyah


Mufid suka menonton video edukasi bahkan yang menurut saya membosankan dan belum tepat usia. Saat usianya 20 bulanan ia nonton abjad bahasa Inggris berkali-kali, padahal lagunya tidak terlalu bersemangat. Yaudahlah, anaknya suka, dan kontennya juga bagus. Dari situ saya semakin yakin kemampuan linguistik Mufid akan berkembang pesat. Oleh karena itu saya semakin semangat membelikan atau mengoptimalkan penggunaan buku, vcd, dan mainan yang merangsang kemampuan linguistiknya. Sesuai pesan Bu Septi, orang tua harus meninggikan gunung (potensi anak). Dan yang paling utama saya harus lebih rajin menjadi teman yang sungguh-sungguh terlibat saat bermain.

Kemarin pagi, Mufid bermain dengan poster edukasi "Huruf Hijaiyah" bertekstur yang baru kami beli hari Minggu kemarin. Setelah menyebutkan gambarnya, Mufid minta nonton VCD huruf hijaiyah (video ini sudah sering diputar). Di tengah-tengah video Mufid bilang, "Ini sama ya, Bun?" Sambil menunjuk poster huruf hijaiyah. "Oh iya, sama. Huruf Alif itu yang Mufid tunjuk" jawab saya. Yang ditunjuk dengan yang dilihat di video tidak sama, tapi yang saya pahami dia bermaksud bilang bahwa keduanya sama-sama huruf hijaiyah.

Malam hari Mufid nonton video Upin-Ipin "huruf hijaiyah", lalu dia mengambil balok hijaiyah dari truknya, "Ini sama Bun". "Iya sama-sama huruf hijaiyah. Itu huruf Ba, kalau yang di video tadi Jim" saya menjelaskan. "Oh. Jaiyah ya, Bun?" Ulang Mufid. Langsung saya cium karena gemas. Hihi.

Gaya belajar yang ditunjukkan Mufid dari menonton video dan melihat poster adalah visual dan auditori.

Referensi:
Materi #4 Kelas Bunsay, Memahami Gaya Belajar Anak, Mendampingi dengan Benar.
Alimah, Niken Tf, dkk, Bunda Sayang: 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak, Gazzamedia, Solo, 2017.

#harike10
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#auditori
#visual
#kuliahBunSayIIP

Selasa, 13 Februari 2018

Maghrib, Sungai, dan Lego

Hari Minggu sore Mufid main ke rumah Pakde dan Budhe (yang minta dipanggil Abi-Umi, sama seperti anak-anaknya). Sebelum adzan Maghrib berkumandang, kami bersiap menuju Masjid untuk sholat berjamaah. Saya, Oma, Abi, Babeh, Mufid dan ketiga sepupunya wudhu terlebih dulu. Setelah adzan selesai dengan semangat kami bergegas ke masjid.

Sebelum iqomat, sepupu-sepupu Mufid berlarian sementara Mufid duduk tenang. Setelah iqomat berkumandang, sepupu-sepupu Mufid sholat bersama Abi sedangkan Mufid dikembalikan ke saya oleh Babeh. Namanya anak-anak ya, ada saja yang membuat perhatiannya teralih. Mufid yang auditori ini terganggu suara sungai yang mengalir di belakang masjid dan kodok yang bermain di samping masjid. Pandangannya juga terganggu oleh mainan di samping masjid dan suasana sekitar.

Saya yang sedang tidak sholat, mengajak Mufid berkeliling masjid melihat sungai, pohon, rumput, kodok. Sambil melihat, tanpa diminta Mufid mengulangi apa yang saya katakan seperti cungai, kotdok, tumput. Setelah bosan Mufid minta turun dan kami menemukan tempat bermain lego di masjid bagian bawah. Target saya, yang penting bertahan di masjid mendengarkan imam memimpin sholat berjamaah.

Sambil bermain lego kami mengobrol.
Mufid: "Oh...soyatnya di atas ya, Bun?"
Ibun : "Iya, sholatnya di atas."
Mufid : "Oh gitu ya Bun?" Akhir-akhir ini Mufid sering mengucapkan kalimat ini
Ibun : "Iya, Nak"
Mufid : "Ini tayo' sini. Ininya di sini. Ini wananya apa ayooo?"
Ibun : "Hijau"
Mufid : "Ijo"
Ibun : "Mufid bikin apa?"
Mufid : "Bis ini, bis tayo"
Ibun : "Ooh bis tayo. Bagus. Mufid pintar ya bisa bikin bis tayo"



Dari semua kegiatan ini, Mufid menunjukkan gaya belajar auditori, visual, dan kinestetik.

#harike10
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#auditori
#visual
#kinestetik
#kuliahBunSayIIP

Senin, 12 Februari 2018

Turunan dan Tanjakan


Hari Minggu Mufid main ke rumah Oma. Setelah main lego dan bola bersama Oma dan Ibun, Mufid main truk. Didorongnya truk itu menuruni 3 turunan, digendong menaiki 3 tanjakan, sampai kurang lebih 3x. Mufid senang bisa memasang kepala truk sendiri (setelah Ibun contohkan), melepasnya lalu memasangnya kembali. Dibukanya pintu bagian belakang, ditutupnya kemudian.

Sambil bermain Mufid beberapa kali bergumam,
"Ini diyepas duyu tepalanya (ini dilepas dulu kepalanya"
"Upit doyong ah"
"Upit bisa tutup"
"Upit doyong, tatoh tekna (mufid dorong, jatuh truknya)"



Gaya belajar yang Mufid tunjukkan kali ini adalah kinestetik (belajar melalui manipulasi dan praktik), visual (belajar dengan melihat), dan auditori (berbicara sendiri saat belajar/bermain).

#harike12
#Tantangan10hari(lanjutan)
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kinestetik
#auditori
#visual
#kuliahBunSayIIP

Minggu, 11 Februari 2018

Pak Guru Cilik

Bangun tidur, pas ada jemuran kering yang belum diangkat. Mufid ajak Ibun angkat jemuran. Setelah selesai baru minta turun. Iya, kamar kami di atas, berdampingan dengan tempat menjemur indoor (tapi kami nggak punya area jemuran outdoor ya. Haha).



Nah, tepat di tembok samping tangga ada boneka besar milik saya waktu kecil. Mufid melihat boneka itu dan berkata, "Ini tupingna boneta (Ini kupingnya boneka), ini itdungna (ini hidungnya)". Saya bertanya, "kalau kupingnya Mufid mana?" "Ini", jawab Mufid sambil memegang kupingnya. "Kalau hidung Mufid?" "Yang ini" jawabnya sambil memegang hidung. Lalu Mufid kembali memegang boneka, "Ini tanganna, ini nambutna", dan seterusnya. Mufid...Mufid...seperti Bapak guru yang sedang ngajar di kelas saja. Hihi.

Gaya belajar yang Mufid tampilkan saat menyebutkan bagian tubuh boneka adalah auditori dan visual.

Referensi:
Materi #4 Kelas Bunsay, Memahami Gaya Belajar Anak, Mendampingi dengan Benar

#harike10
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#auditori
#visual
#kuliahBunSayIIP