Tampilkan postingan dengan label we are raising reader. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label we are raising reader. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2018

Judul Buku ala Mufid




Halo Balita adalah buku berseri pertama yang Ibun dan Babeh beli untuk Mufid. Alhamdulillah Mufid sudah mengenal buku ini sejak usia 5 bulanan. Untung boardbooknya awet jadi 25 buku itu aman dibaca dan dimainkan selama hampir 2 tahun.

Sebelum tidur siang Mufid minta dibacakan cerita oleh Uti. "Upi tahu nggak judulnya apa?", tanya Uti. "Aku Pembeyani (Pemberani)", jawab Mufid. Uti kaget saat membaca tulisan "Aku Anak Pemberani" pada buku yang Mufid bawa. "Hah? Kok tahu sih? Mufid bisa baca?", kata Uti. "Bisa", jawab Mufid. Saya tertawa dan menjelaskan pada Uti kalau Mufid hafal gambarnya.

Sebelum tidur malam, Mufid minta saya bacakan Halo Balita sambil membawa salah satu buku. Ibun bertanya, "Judulnya apa ini?". Mufid menjawab, "Memecahkan Gelas Mbun". Ibun tanya lagi "Mufid bisa baca?", Mufid jawab, "Bica".
Buku berjudul "Aku Anak Jujur" ini bercerita tentang Saliha yang tak sengaja memecahkan gelas Ibu tapi kesulitan berkata jujur pada ibu.

Semoga kebiasaan baik ini terus berjalan sampai Mufid dewasa. Aamiin.

#harike10 #semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang #kelasbunsayiip

Sabtu, 24 Maret 2018

Ilmu Membaca

Game level 5 kali ini terasa menyenangkan dan cukup mudah dilakukan karena sudah biasa kami lakukan. Saya pasang target 15 hari dan alhamdulillah terlaksana.

Total judul buku yang Mufid baca sendiri dan dibacakan oleh orang dewasa adalah 36 buku, kalau dirata-rata sehari Mufid membaca 2-3 buku. Ada buku yang Mufid baca berkali-kali karena suka dengan gambarnya.

Terima kasih tantangan game level 5, membuat saya merasa lebih semangat mencapai target pribadi membaca minimal 24 buku dalam setahun. Alhamdulillah selama 3 bulan ini, saya sudah membaca 3 buku.

Terima kasih juga sudah memberitahu label dari tahapan demi tahapan yang saya dan suami lakukan dalam rangka mengembangkan ketrampilan bahasa dan sosial emosional anak kami.

Bagi saya, semangat merimbunkan pohon literasi keluarga dapat dijaga dengan mengingat manfaat membaca dan hal-hal menyenangkan saat membaca bersama. Semoga dengan kecintaan membaca dapat membuat kami terus mencintai ilmu & Sang Pemilik Ilmu. Aamiin.

"Wahai kau yang bergelar Ibu dan Ayah, mari membaca! Biarkan anak meniru terbaik darimu!"
Pohon Literasi kami di hari ke 15