Tampilkan postingan dengan label kelas bunsay iip 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelas bunsay iip 3. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2018

Aliran Rasa Game Level 7

Game level 7 ini membuat saya belajar lagi untuk melihat yang terbaik dari anak, meyakini bahwa setiap anak unik dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Saya berusaha mengamati anak dengan mindset itu setiap hari namun tidak berhasil menuliskan dan melaporkannya secara rutin 10 hari berturut-turut. Apalagi ini masa pengenalan Ramadhan bagi Mufid, apa itu puasa, ibadah apa yang hanya ada di bulan Ramadhan, dll. Banyak hal yang membuat saya dan suami takjub dan bersyukur pada Allah.

Namun, bagi saya game kali ini godannya besar, dimulai setelah libur semester dan dimulai saat Ramadhan dimana jam biologis dan tubuh harus adaptasi dengan agenda yang ada. Saya sudah meniatkan minimal 10 hari berturut-turut tapi karena terlewat satu tantangan, rasa malas tetiba menyusup. Semoga di game berikutnya saya bisa lebih konsisten. Aamiin.

#aliranrasa #gamelevel7 #bunsayiip

Jumat, 01 Juni 2018

Judul Buku ala Mufid




Halo Balita adalah buku berseri pertama yang Ibun dan Babeh beli untuk Mufid. Alhamdulillah Mufid sudah mengenal buku ini sejak usia 5 bulanan. Untung boardbooknya awet jadi 25 buku itu aman dibaca dan dimainkan selama hampir 2 tahun.

Sebelum tidur siang Mufid minta dibacakan cerita oleh Uti. "Upi tahu nggak judulnya apa?", tanya Uti. "Aku Pembeyani (Pemberani)", jawab Mufid. Uti kaget saat membaca tulisan "Aku Anak Pemberani" pada buku yang Mufid bawa. "Hah? Kok tahu sih? Mufid bisa baca?", kata Uti. "Bisa", jawab Mufid. Saya tertawa dan menjelaskan pada Uti kalau Mufid hafal gambarnya.

Sebelum tidur malam, Mufid minta saya bacakan Halo Balita sambil membawa salah satu buku. Ibun bertanya, "Judulnya apa ini?". Mufid menjawab, "Memecahkan Gelas Mbun". Ibun tanya lagi "Mufid bisa baca?", Mufid jawab, "Bica".
Buku berjudul "Aku Anak Jujur" ini bercerita tentang Saliha yang tak sengaja memecahkan gelas Ibu tapi kesulitan berkata jujur pada ibu.

Semoga kebiasaan baik ini terus berjalan sampai Mufid dewasa. Aamiin.

#harike10 #semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang #kelasbunsayiip

Kamis, 31 Mei 2018

Adzan

Lafadz adzan

Suatu siang Mufid bilang ngantuk sekitar jam11, tapi sampai kamar setelah nen, Mufid baca buku dan main mobil-mobilan. Tak terasa adzan dzuhur berkumandang. Sambil membuka pintu kamar, Mufid bilang, "Bun, udah adzan tuh. Ayo kita minum teh, segera buka". Saya tertawa karena Mufid tidak puasa tapi mau buka puasa. Haha. Lalu saya bilang, "Ini adzan dzuhur bukan Maghrib. Kalau Mufid mau minum teh boleh, tapi Ibun nanti ya pas adzan maghrib".

#harike9 #semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang #kelasbunsayiip

Rabu, 30 Mei 2018

"Upit aja, Upit bisa"

Mufid berusaha mengambil bola yang ia tendang

Siang ini Ibun dan Mufid main bola di dalam rumah. Tak sengaja bolanya masuk ke kolong kursi yang di depannya ada meja. Kami tertawa dan Ibun menawarkan bantuan, "Mau Ibun ambilin bolanya?", Mufid menjawab "Upit aja, Upit bisa" sambil masuk ke kolong meja.

Mufid masuk ke kolong meja, Ibun mengingatkan agar Mufid hati-hati saat mengangkat kepala agar tak terbentur meja atau kursi. Mufid mencoba terus tapi tangannya tidak sampai. Akhirnya ia ke kamar mengambil sapu lidi. Mencoba mengambil bola dan Alhamdulillah berhasil.

"Wah! Mufid bisa ambil bola sendiri dari kolong kursi. Hebat!", demikian apresiasi spontan saya atas tanggung jawab dan usahanya mengambil bola yang ia tendang.

#harike8 #semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang #kelasbunsayiip

Selasa, 29 Mei 2018

Ada yang Bisa Upit Bantu?


"Aaaaaaaa", terdengar suara teriakan Ate dari dalam kamar mandi,
"Ada apa, Te? Ada yang bisa Upit bantu?", ujar Mufid sambil berjalan ke arah kamar mandi

------

"Praaak" ada suara benda jatuh di teras dan Uti sedang ada di teras.
"Ada apa, Ti? Ada yang bisa Upit bantu?" Ujar Mufid sambil berjalan ke teras.

----
MasyaAllah anakku sayang. Semoga sifat peka dan suka menolong ini terus tumbuh hingga nanti. Aamiin.

#harike7 #semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang #kelasbunsayiip

Minggu, 27 Mei 2018

Berbagi

Pagi ini Mufid bangun tidur lalu minta makan puding coklat yang dibuat bersama Ibun semalam. Ibun bukakan kulkas, Mufid mengambil 2 buah sambil mengatakan "Ini buat Upit, ini buat Ibun". Ibun menjawab, "Terima kasih Mufid mau berbagi dengan Ibun. Tapi Ibun puasa, Nak. Nanti setelah maghrib Ibun makan yaa" :)

Mufid mengambil 2 puding, untuk Mufid dan Ibun

Mufid memang suka berbagi makanan. Saat dia ingin makan sesuatu dan kami mempersilahkannya, Mufid ambil 1 untuknya, 1 untuk orang di dekatnya. Kadang setiap orang di rumah dibagi.

Alhamdulillah. Saya dan suami sama-sama dididik untuk suka berbagi, jangan pelit karena takut harta habis. Tapi kalau untuk Mufid yang bulan ini usianya 28 bulan, saya memotivasinya dengan "berbagi kebahagiaan" atau "makan bersama lebih asyik"

#harike6 #semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang #kelasbunsayiip

Kamis, 24 Mei 2018

"Tebak-tebakan"


Hari Minggu Babeh, Ibun, dan Mufid buka puasa bersama di rumah teman Babeh. 1 jam pertama Mufid terus menerus minta pulang karena merasa kurang nyaman di lingkungan baru. Kami sebagai orang tua berusaha mengajak bermain, menawarkan makanan atau aktivitas tertentu agar ia lebih nyaman. Alhamdulillah setelah 1 jam Mufid merasa lebih nyaman dan mau bermain bersama anak teman Babeh.

Awalnya mereka main bola, lalu temannya mengajak main petak umpet, kemudian Mufid menawarkan permainan lain yaitu tebak-tebakan tapi ia belum bisa mencontohkan permainan yang dimaksud.

"Main apa lagi nih?" Tanya Kakak Zizi
"Ayo Mufid, punya ide apa?" Tanya Ibun
Karena tak kunjung dijawab, untuk memancing Mufid ibun berujar, "Aha! Mufid punya ide!".
Selang beberapa menit, Mufid berucap "Main tebak-tebakan".
Ibun, "Bagaimana caranya main tebak-tebakan?"
Mufid, "tebaaak-teebakaaan" sambil membuka kedua tangan seperti pembawa acara kuis di TV.
Spontan, semua tertawa terbahak-bahak.

Menikmati tertawa bersama

#harike5 #semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang #kelasbunsayiip

Senin, 21 Mei 2018

"Macannya udah mateng"


Mufid (28 bulan) sedang "menyelamatkan" macan

"Macannya udah mateng", ujar Mufid sambil memindahkan macan dari wadah berisi air ke wadah kering. Ya, hari ini kami bermain "Selamatkan Hewan" dengan jebakan dan alat bantu yang berbeda dari hari sebelumnya. Setelah diberitahu alat permainan yang akan digunakan kali ini, Mufid bisa menggunakan tanpa diberi contoh lalu melakukan misi penyelamatan dengan gembira.

Setelah beberapa kali memindahkan, Mufid mulai berimajinasi seolah ia sedang memasak hewan. Ia melakukan beberapa gerakan seperti meniriskan minyak dan membolak-balik masakan dalam wajan. Hehe. Setelah bosan, ia beralih nonton siaran Upin dan Ipin yang banyak iklan memasaknya. Kadang ia mengajak Uti nonton, "Ti, masak, Ti". Kadang ia fokus menontonnya.

Kegemarannya akan acara demo masak menurun dari Babeh. Di rumah kadang kalau sedang rewel terpaksa diajak Uti memasak, tapi dia happy. Kadang juga mau diajak membantu di dapur. Saya juga kadang menemaninya bermain masak-masakan.

Apakah saya nggak takut Mufid nanti seperti anak perempuan? InsyaAllah tidak. Kemampuan membuat makanan sendiri adalah salah satu kemandirian yang harus dipupuk sejak dini.

#harike4 #semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang #kelasbunsayiip

Sabtu, 19 Mei 2018

Aku Suka Kebersihan

Setelah makan, saya mengingatkan Mufid untuk cuci tangan. Setelah menaruh kursi di dekat wastafel, berdiri di atas kursi, Mufid melihat semut merah yang mengerumuni makanan sisa. Hanya sedikit sekali tapi semut mau berbagi. Hebat ya.

Mufid, "Bun, kok banyak semut ya? Ada apa ini?" Sambil berusaha membuka kran air.
Ibun, "Hmmm.. Ada apa ya? Ibun nggak kelihatan dari sini"
Mufid, "Bun, toyong teyannya (krannya)"
Ibun bantu dan Mufid langsung menyiram semut itu dengan air.

Setelah semutnya pergi, Mufid membersihkan sisa makanan yang menempel sambil berkomentar "Tuh, cekayang (sekarang) bersih kan". Alhamdulillah Mufid suka menjaga kebersihan ☺

#harike3 #semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang #kelasbunsayiip

Jumat, 18 Mei 2018

Tarawih Pertama Mufid

Malam ini malam tarawih pertama Mufid. Karena Ibun sedang haid, Mufid tarawih bersama Uti (Eyang putri) dan Ate (Tante). Di masjid dekat rumah urutannya adalah sholat isya, ceramah, tarawih 8 rakaat, witir.

Saya khawatir. Saya pikir setelah ceramah, bosan, Mufid akan pulang. Ternyata Mufid pulang menjelang witir. Ate dan Uti melanjutkan witir di rumah, Mufid nen.

Menurut cerita Ate, di masjid Mufid ikut sholat sampai selesai. Saat ceramah tetap ceria. Saat tarawih ke 3 Mufid sudah tampak cemas serta sudah menguap yang ketiga kalinya, "Mbuuun", ucapnya. Selesai tarawih ke 4, "Puulaang", ucap Mufid sambil menahan tangis (air matanya sudah tampak). Akhirnya semua pulang. Hebat, Mufid! Sudah berjuang menyelesaikan tarawih tanpa Ibun.

Apa lagi yang membuat Ibun bahagia? Ate cerita bahwa Mufid bisa melafalkan ujung-ujung ayat dalam surat Al-fathihah. Saat diceritakan di rumah Mufid mengulanginya sedikit. Alhamdulillah. Segala puji hanya bagi Allah.

Perlengkapan sholat Mufid. Kenapa bukan foto anaknya? Khawatir berubah pikiran kalau kebanyakan gimik sebelum ke masjid. Hehe.


#harike2 #semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang #kelasbunsayiip

Selasa, 06 Februari 2018

Ayo Baca Buku

Saya dan suami mengenalkan Mufid dengan buku usia 4-5 bulan. Kami berusaha memilih buku yang sesuai untuk usianya, yaitu tulisan sedikit, gambar lebih banyak dan berwarna menarik, dan tidak mudah sobek. Selain itu kami menyediakan beberapa pilihan buku agar tak mudah bosan dan dapat dijadikan mainan yang lain, yang penting melihat buku dan berinteraksi apapun bentuknya.
Alhamdulillah Mufid suka buku dan bertahan sampai sekarang. Dan semoga bertahan sepanjang hayat. Aamiin.

Bulan lalu kami memberikan Mufid kolam karet dan pelampung kodok yang kami belikan bulan lalu. Kolam itu tak hanya dijadikan tempat berenang, tapi juga tempat tidur siang, tempat nonton TV, dan tempat membaca. Pelampungnya empuk dan ada sandarannya sehingga pas untuk tempat duduk Mufid.

Dari sekian buku yang tersedia, Mufid memilih buku "Mesin Raksasa" yang dibelikan Babeh bulan Januari dalam rangka proyek "1 bulan 1 buku". Tujuan proyek ini supaya Mufid merasakan atmosfer toko buku, membiasakan Mufid menentukan pilihan, dan untuk mempertahankan kebisaan membaca. Proyek ini dimulai saat Mufid berusia 2 tahun.

Ketika "membaca", Mufid memperhatikan gambar, bertanya, meminta saya membacakan dan mencoba menyebutkan kembali. Mufid antusias sekali membaca buku ini karena Mufid suka dengan beberapa "tokoh"nya seperti ekskavator dan truk. Saat ditanya Mufid juga bisa memberikan jawaban sederhana sesuai dengan yang saya bacakan. Gaya belajar yang muncul saat kegiatan membaca berlangsung adalah visual dan auditori.



Referensi:
Materi #4 Kelas Bunsay, Memahami Gaya Belajar Anak, Mendampingi dengan Benar

#harike6
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#visual
#auditori
#yukbacabuku
#kuliahBunSayIIP

Senin, 05 Februari 2018

Bermain, Cara Anak bersilahturahmi

Hari Minggu ini ada jadwal arisan keluarga di rumah Tante saya. Rumahnya tidak terlalu jauh sehingga kami memutuskan datang meski saya dan Mufid sedang flu. Walau sedang flu, Mufid tetap antusias eksplorasi ini-itu dan bertanya ini-itu.

Tempat favorit Mufid di rumah tante saya ini adalah kolam ikan yang lengkap dengan air terjun mini, ditambah ayunan di sebelahnya. Tentu tempat ini bukan hanya menjadi kesukaan Mufid tapi juga sepupu-sepupu Mufid yang kurang lebih seumuran. Awalnya Mufid hanya menjadi pengamat seraya bergantian memegangi Babeh atau Ibun. Dengan bantuan motivasi dan contoh interaksi yang kami tunjukkan, Mufid mau bermain bersama, ngobrol (tanya jawab dengan bantuan ortu) dan duduk berdekatan.

Hari semakin sore dan tersisa 1 kakak sepupu perempuan yang berusia 3 tahun kurang. Kalau diamati Mufid lebih suka bermain dengan yang lebih tua dan yang suka mengajaknya bicara. Maklum, meski laki-laki Mufid terbilang suka bicara. Mufid mengajak Uti dan kakak sepupunya bermain di luar rumah. Awalnya sama-sama memperhatikan kucing, lama kelamaan Mufid meniru kakak sepupunya yang lari-lari kecil, mengamati selokan, memungut daun jatuh, dll. Kadang Mufid bertanya, "Itu apa?" Atau "Mbaknya ngapain tuh?" Lalu terciptalah diskusi sederhana antar mereka, jika belum puas Mufid bertanya pada Uti, saya atau Babehnya.



Alhamdulillah. Senangnya melihat Mufid mau bermain dengan sepupu-sepupunya. Semoga kalian rukun terus hingga tua nanti. Aamiin.

Kesimpulan: Dalam aktivitas bermain bersama sepupu-sepupunya, Mufid menunjukkan ketiga gaya belajar yaitu kinestetik, visual, dan auditori.

Referensi:
Materi #4 Kelas Bunsay, Memahami Gaya Belajar Anak, Mendampingi dengan Benar

#harike5
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP

Sabtu, 03 Februari 2018

Spontan



18 januari lalu Mufid berusia 2 tahun. Kami mengadakan syukuran kecil bersama keluarga. Nasi uduk dan bunting flag ala-ala supaya rumah agak meriah. Setelah syukuran selesai, beberapa hari kemudian bunting flag saya jodohkan dengan jepit pakaian dan jadilah mainan utk mengelompokan warna.

Kemarin saya membuat mainan sederhana dengan kardus bekas dan kertas warna. Alhamdulillah Mufid tertarik, membawanya bermain kesana-sini tapi terlihat kurang antusias. Tetiba saya melihat bunting flag, memilih warna merah, biru, kuning, hijau. Huruf di bunting flag saya timpa dengan kertas warna, lalu menempelnya di lantai dengan lakban bening dan jadilah footstep 😊 Reaksi Mufid bagaimana? Sungguh senang tak terperi 😍😍

Sambil bantu menempel Mufid berlarian kesana-sini dan beberapa kali menginjak bagian yang belum selesai dilakban jadi harap maklum ya kalau lapisannya keriting.

Spontan

18 januari lalu Mufid berusia 2 tahun. Kami mengadakan syukuran kecil bersama keluarga. Nasi uduk dan bunting flag ala-ala supaya rumah agak meriah. Setelah syukuran selesai, beberapa hari kemudian bunting flag saya jodohkan dengan jepit pakaian dan jadilah mainan utk mengelompokan warna.

Kemarin saya membuat mainan sederhana dengan kardus bekas dan kertas warna. Alhamdulillah Mufid tertarik, membawanya bermain kesana-sini tapi terlihat kurang antusias. Tetiba saya melihat bunting flag, memilih warna merah, biru, kuning, hijau. Huruf di bunting flag saya timpa dengan kertas warna, lalu menempelnya di lantai dengan lakban bening dan jadilah footstep 😊 Reaksi Mufid bagaimana? Sungguh senang tak terperi 😍😍

Sambil bantu menempel Mufid berlarian kesana-sini dan beberapa kali menginjak bagian yang belum selesai dilakban jadi harap maklum ya kalau lapisannya keriting.



Saya menyebutkan warna di footstep lalu tiba-tiba Mufid bersenandung kurang lebih seperti ini, "miyah, ening, ijo, di yangit biyuuu...siapa mau agung..." Kedua kalinya Mufid bersenandung saya baru sadar itu lagu "Pelangi". Yang membuat saya tertawa adalah bait "siapa mau agung" pengganti "pelukismu agung siapa gerangan" 😆🤣

Kesimpulan:
Dari aktivitas "Footstep warna-i", Mufid menunjukkan gaya belajar auditori.

Referensi:
Materi #4 Kelas Bunsay, Memahami Gaya Belajar Anak, Mendampingi dengan Benar

#harike3
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP

Kamis, 18 Januari 2018

Sayangi Dirimu




Sayangi Dirimu

"Mufid anak sholih, cerdas, ganteng", saya seringkali mengucapkan itu. Kadang juga diselingi dengan sifat baik lain yang saya sematkan misalnya jujur, baik hati, ramah, murah hati, dll. Semoga tidak terdengar berlebihan karena ini saya niatkan sebagai doa sekaligus agar anak tahu sifat-sifat itu yang saya harap ada padanya. Semua sifat kan ya kecuali yang ganteng? Hehe.

Pernah suatu ketika Mufid bilang, "Coyih (sholih), kata ibun gitu". Pernah juga Mufid bilang, "Mpit pinten tan (Mufid pintar kan)?!" Atau "Baik anet ya Mpit (baik banget ya Mufid)" 😅
Kalau sedang ingat kembali materi Komunikasi Produktif saya tambahkan misalnya "Oh Mufid pintar, bisa makan sendiri".

Saya harap dengan doa dan sifat baik yang disematkan pada saat memanggil anak dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan sayangnya pada diri sendiri.

Mengapa harus percaya dan cinta pada diri sendiri? Karena jaman yang semakin ganas akan menggilas anak-anak yang tak percaya diri dan butuh "pengakuan" dari kelompok. Sudah banyak kita temui kasusnya seperti geng motor atau korban bullying di sekolah. Semoga anak kita jauh tak menjadi korban dan dijauhkan dari hal-hal buruk. Aamiin.

#tantangan_hari_ke10
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Allah, Ada Nama-Mu di Langkahku

Saya sangat bersyukur Allah pernah memberikan saya tempat tumbuh bernama "Sekolah Alam Bintaro". Empat tahun saya menjadi fasilitator, wakil kepala sekolah, dan pengganti sementara kepala sekolah. Pengalamannya berbeda, rasanya dan cara pandangnya harus berbeda. Semua itu teramu menjadi satu dan memberikan saya begitu banyak pelajaran. Tak hanya itu, empat tahun di sana membuat saya sedikit demi sedikit menjadi lebih religius, salah satunya terbiasa melafalkan dzikir dalam kondisi tertentu, misalnya Alhamdulillah dan MasyaAllah saat mendapat kabar bahagia, Innalillahi saat mendengar kabar tidak baik, dll.

Segala puji bagi Allah yang membuat saya masih memiliki kebiasaan baik itu dan diperhatikan oleh Mufid lalu diikutinya. Memang bukan hanya saya tapi juga keluarga saya dan saya bersyukur menjadi bagian dari hal baik tersebut.

Saya membiasakan Mufid ketika diberi sesuatu mengucapkan terima kasih kepada yang memberi lalu diiringi dengan lafal hamdalah. Ibun mengatakan "Alham..." lalu Mufid sambung "diyiyah".

Saat menyampaikan suatu rencana atau saat sedang mem-briefing Mufid, saya usahakan memakai kata "InsyaAllah". Saat sedang berjalan dan Mufid tidak melihat apa yang saya lihat, saya menyampaikan InsyaAllah kan memberitahunya lagi kalau saya lihat.
Ibun (I) : "Itu ada bus kecil, Nak."
Mufid (M) : "Nana? Nana bis tetinnya bun?"
I : "Yah. Udah lewat"
M : "Nana?"
I : "Busnya udah lewat nak. Nanti InsyaAllah kalau ada lagi Ibun kasih tahu ya"
Percakapan seperti ini bisa berulang 3-5 kali hingga kadang Mufid menutupnya dengan,
M : "Intaawoh (InsyaAllah) talo ada nanti Ibun tatih tau ya"

Tante saya mendapati tanpa diberi aba-aba Mufid bisa melafalkan istighfar. Ketika hampir jatuh karena menginjak gagang pel saat hendak mengambil sapu, Mufid berkata "atapiloh..aladim..aladim" Astagfirullahaladzim, astagfirullahaladzim. Tante dan sepupu saya tertawa takjub sambil memerhatikan dari jauh.

Langkah saya masih jauh, belum genap dua tahun menjadi orang tua. Tapi saya percaya membangun pondasi memang harus sedini mungkin dan harus melibatkan Allah pada setiap langkah baik dalam perkataan, doa, dan tentunya saat berharap.

Saya semakin yakin, persiapan menjadi ibu bukan hanya tentang kegalauan mencari jodoh tetapi yang jauh lebih penting dari itu adalah terus memperbaiki kualitas diri. Memperbaiki diri sesedikit apapun yang penting konsisten dan terus meluruskan niat. Lalu, perhatikan betapa hal baik akan menarik hal-hal baik lainnya.

#tantangan_hari_ke9
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Selasa, 16 Januari 2018

Anak-anak dan Antre

Jumat sore, 12 Jan 18, Ibun, Mufid dan Ate bermain ke RPTRA Menara, JakBar. RPTRA yang terbilang baru ini memiliki mainan yang cukup lengkap dan bagus. Taman bermain untuk anak pun lebih aman karena diberi jaring pembatas dengan lapangan bola. Fasilitas lain sama seperti RPRTRA lain yang dilengkapi dengan perpustakaan, kamar mandi, wastafel, kolam ikan, batu-batu refleksi, dan area bermain yang tertutup atapnya. Nilai plusnya, disini ada area parkir (walau kecil) dan ada rak sepatu sehingga seharusnya para pendamping bisa membiasakan anak untuk menyimpan alas kaki dengan rapi. Yang kurang atau mungkin sudah rusak adalah tulisan, "Terima kasih sudah menyimpan alas kaki pada tempatnya".

Setelah beberapa menit observasi dan meyakinkan Mufid taman ini ramai, banyak yang mau main, tapi insyaAllah aman, saya bertanya Mufid mau main apa. Mufid memilih perosotan yang menjadi primadona karena bisa dimainkan bergantian secara cepat, tidak seperti ayunan dan jungkat-jungkit yang waktu tunggunya lama.

Apa yang harus dilakukan sebelum meluncur di perosotan? Ya, mengantre. Saya pikir selama ini antre adalah saat yang tepat untuk mengajarkan kesabaran dan kadang bisa jadi ajang sosialisasi sesaat. Tapi ternyata bagi Mufid dan mungkin anak-anak lain, antre juga masalah keberanian berada di antara orang banyak. Mufid bukan tipe agresif, dia akan mendahulukan orang lain. Mufid masih butuh motivasi lebih untuk mengantre karena nampak kurang nyaman berada di antara orang asing.



Saya sampaikan pada Mufid kalau belum mau mengantre tidak apa-apa yang penting Mufid sudah mencoba dan tidak mendahului teman yang ada di depan Mufid. Ketika anak bermain dengan anak yang lebih dewasa (tapi tidak menjadi contoh yang baik, PR orang tua semakin banyak.

Akhirnya kami melihat kolam ikan, bermain dan membaca buku di perpustakaan. Ketika ada yang ingin pinjam mainannya Mufid memberikan langsung. Saya coba arahkan teman barunya untuk meminta izin tapi anak itu belum mau mengikuti. Tidak apa-apa yang penting saya terus berusaha mengajarkan izin sebelum pinjam barang orang lain.

#tantangan_hari_ke8
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Minggu, 14 Januari 2018

Berepot-repot Dahulu, InsyaAllah Sholih Kemudian


Rabu sore, 10 Januari 2018, Mufid nge-mall bersama Ibun dan Ate Tia. Reward kecil-kecilan untuk ate yang lulus 3,5 tahun dengan nilai A. Alhamdulillah cumlaude.

Ketika tiba waktu sholat magrib, kami menuju musholla. Tak lupa saya mengajak Mufid wudhu terlebih dulu. Kalau dipikir repot atau enggak, pasti ada repotnya, ada tantangannya. Gulung celana supaya tidak basah, menjaga baju supaya ga lepek, kalau basah-basah dikit masih wajar. Orang dewasa juga kan?! Tantangan berikutnya, memotivasi untuk menyelesaikan wudhu dan menyegerakan sholat.

Alhamdulillah Mufid mau sholat bersama saya dan Tantenya, meski baru sebatas "Awoh aban" (Allahu akbar), sujud, dan duduk. Mufid juga dengan sabar menunggu kami berdoa setelah dia selesai "berdoa".
Jumat, 12 Januari 2018. Saya, Mufid dan Ate Tia bersiap pergi ke masjid untuk sholat Maghrib. Ketika sudah rapi, saya batal karena buang angin. Sementara saya wudhu, iqomat berkumandang. Mufid tiba-tiba bilang, "Tu kan qomat. Ayo cemua coyat (semua sholat)". Saya dan tantenya takjub dan menyegerakan langkah kami. "MasyaAllah anak sholih", ucap saya seraya mengecup keningnya.

Sampai di masjid kami langsung sholat. Mufid sholat di sebelah saya. Sama seperti sebelumnya, "awoh aban" angkat tangan, taruh tangan di depan, sujud, duduk, kurang lebihnya begitu.

Segala puji hanya bagi Allah. Mufid mengalami kemajuan yang sangat berarti. Dulu sampai usia kurang lebih 21 bulan, kalau saya dan ayahnya mau sholat di masjid (atau musholla Mall), kami harus bergantian karena Mufid pasti menangis jika ditinggal. Pernah juga saya gagal sholat di masjid karena Mufid tidak mau digendong ayahnya. Tapi Alhamdulillah semakin bertambahnya usia Mufid semakin sholih, mau ikut sholat bersama kami.

Allah Yang Maha Baik membuat Mufid mau sholat dan lebih sabar menunggu. Terima kasih Engkau memudahkan usaha kami, Yaa Allah. Kami tahu jalan masih panjang karenanya kami terus bersyukur agar hati semakin lapang, semakin ikhlas, semakin banyak meminta pada Allah. Kuatkan jiwa dan raga kami, Yaa Allah, dalam memaksimalkan ikhtiar mendekatkan diri dan keluarga kami pada-Mu, tetap berada di jalan-Mu. Aamiin.

#tantangan_hari_ke7
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Sabtu, 13 Januari 2018

Sampahmu Sampahku karena Bumimu Bumiku


Selasa, 9 Januari 2017, Mufid bersama Ibun dan Tante Selly memberikan kejutan pada Tante Tia yang melaksanakan sidang skripsi. Sambil menunggu, kami ngemil bersama. Selesai ngemil, Ibun memotivasi Mufid untuk tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya yang tidak jauh dari lokasi kami berkumpul. Alhamdulillah Mufid mau. Di rumah Mufid sudah terbiasa membuang sampah pada tempatnya, kalau sekali dua kali tidak mau masih terbilang wajar, namanya juga anak-anak.

Seusai memberikan surprise, Mufid minta jalan-jalan melihat air mancur, ikan, dan lain-lain. Lalu kami melihat remah-remah makanan ringan berserakan. Saya diskusi sebentar dengan Mufid, lalu kami berdua membuangnya ke tempat sampah.

Saya dan suami sadar kalau penanaman cinta lingkungan yang bagian dari iman ini tak bisa instan, harus dipupuk sedini mungkin, dan dilakukan berulang. Berulang kegiatannya, berulang pujiannya, berulang mengikat maknanya. Makna terdalamnya adalah menjaga kebersihan sebagai sebuah rasa syukur dan bemtuk ketaatan pada Allah Sang Pencipta. Semoga kedepannya Mufid bisa konsisten menjaga kebersihan dan bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Aamiin.

#tantangan_hari_ke6
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Jumat, 12 Januari 2018

"Empot...empot"


Jarang sekali ada anak yang tidak suka bermain air, termasuk anak saya. Saat saya atau Utinya (Eyang Putri) menyiram, anak saya mengikutinya bahkan seringkali tak mau berhenti. Lalu saya alihkan perhatiannya dengan memberikan semprotan (semprotan bekas cairan pelicin pakaian yang sudah dibersihkan) untuk menyemprot tanaman, "empot...empot" kata Mufid.

Kami diskusi santai sambil menyemprot tanaman; mengapa tanaman harus disiram, daun warna apa yang boleh dipetik, dan jangan lupa berdoa pada Allah saat menyiram agar tanamannya tumbuh subur.

Saya berusaha melatih EQ pada sesama makhluk saat membicararakan mengapa tanaman harus diberi air, sama seperti manusia, sama seperti Mufid tanaman juga butuh minum, kalau tidak minum, haus, lemas, tidak bisa bermain, susah bergerak. Dan tentang tidak boleh petik tanaman sembarangan, sama seperti Mufid yang juga tidak mau dicubit sembarangan.

Saya coba melatih SQ saat menyampaikan sebaiknya berdoa, minta pada Allah, saat menyiram tanaman karena Allah yang menciptakan tanaman.

Seusai menyiram, saya mengajaknya membaca buku "Aku Sayang Kumi" berisi tentang menyayangi tanaman dan hewan.

Sederhana memang tapi semoga mengena pada Mufid.

#tantangan_hari_ke5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Rabu, 10 Januari 2018

Miyong...


Hari Minggu pagi kami isi dengan bermain bersama kucing. Kebetulan ada keluarga kucing (induk serta 4 ekor anaknya) yang baru saja dipindahkan ke proyek depan rumah kami. Suami saya bukan tipe pemelihara hewan tapi menyayangi hewan, salah satunya kucing, bahkan sempat membantu proses kelahiran 2 kucing di rumah orang tuanya. Saya sewaktu kecil suka namun sejak peristiwa mengejar kucing di dekat jemuran atas yang membuat saya jatuh dari genteng, saya kurang menyukainya lagi, cenderung takut, takut dicakar. Tapi kalau kucingnya sudah terbukti tidak agresif dan tidak mencakar, saya suka.

Sudah jelas ya kenapa untuk proyek menyayangi makhluk Allah berupa hewan saya memerlukan bantuan Babehnya Mufid? 😉

Babeh mengajak Mufid mengelus kucing, memainkan daun dan tali untuk menarik perhatiannya, menyampaikan bagian tubuh kucing mana yang sebaiknya tidak dipegang. Memberitahu juga sebaiknya induk kucing yang masih menyusui tidak dipegang karena masih galak, takut anaknya diganggu, dll. Mufid melihat juga sesi induk kucing menyusui anak-anaknya secara bersamaan. Alhamdulillah Mufid tampak senang dengan proyek ini.

Setelah dirasa cukup, kami pulang, membersihkan diri dan bercerita bersama. Saya motivasi Mufid untuk menceritakan kembali pengalaman dan perasaannya semampunya.

#tantangan_hari_ke4
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa