Pagi ini Mufid badannya sumeng. Program makan dan jalan sendiri menjadi sulit dilatihkan. Tapi, alhamdulillah untuk program melepas pakaian masih semangat.
Peningkatan terjadi pada program toilet training. Kalau kemarin Mufid diam saja setelah pipis di kamar mandi, hari ini Alhamdulillah Mufid bilang "Bun, pipis" setelah pipis di kamar mandi (saat mandi). Tentu langsung saya sambut dengan komunikasi produktif, "Wah! Mufid hebat, bisa bilang kalau Mufid pipis".
#Hari7
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Cemilan 2 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Kamis, 07 Desember 2017
Rabu, 06 Desember 2017
Latih Terus, Pantang Mundur
Kemarin saya sempat berpikir untuk menyudahi program kemandirian "Makan Sendiri" karena melihat Mufid sudah bisa makan sendiri di awal makan. Tapi hari ini saya kewalahan memotivasi Mufid untuk makan. Jangankan makan sendiri, disuapi saja harus sambil diselingi aktivitas lain agar lupa kalau sedang makan. Dan itu berlangsung selama 2x makan besar serta saat makan cemilan roti isi es krim.
Untuk program jalan sendiri, alhamdulillah lebih baik dari kemarin.
Untuk program toilet training, alhamdulillah Mufid bilang lagi saat ingin pup (saat pakai diaper). Di kamar mandi Mufid bilang mau ee' tapi setelah didudukkan di toilet tidak jadi. Saat mandi, tiba-tiba Mufid pipis tapi tidak ada reaksi. Saya mengatakan, "Mufid pipis nih. Lain kali kalau mau pipis bilang ya".
Untuk program lepas pakaian, alhamdulillah mau mencoba melepas meskipun bagi Mufid lebih mudah memasang celana daripada melepasnya.
Alhamdulillah Mufid termasuk anak yang mudah dikondisikan. Tapi utk usianya, program kemandirian di atas hanya 1 yang berasal dari inisiatifnya sendiri yaitu jalan sendiri. Tiga program lainnya masih butuh motivasi, contoh dan penguatan.
#Hari6
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Cemilan 2 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Selasa, 05 Desember 2017
Badai Pasti Berlalu
Kalau kemarin ada drama saat melatih kemandirian Mufid, Alhamdulillah, hari ini Mufid jauh lebih baik. Lebih mudah dikondisikan untuk tidak digendong. Padahal kalau saya ingat-ingat waktu tidurnya sama-sama cukup. Aktivitas bermain dan asupan kurang lebih sama banyaknya. Apa mungkin emosi saya yang kurang stabil?! 🤔 *butuh observasi lanjutan*
Next. Kemandirian lain adalah makan sendiri. Mufid mau walau setelah itu saya suapi gar makannya tetap banyak dan beragam.
Kemandirian lain, Mufid mengatakan "Ee'" sebelum pup (mungkin sebelum lebih banyak yang keluar. Oops! Maaf, agak jorok). Untuk pipis, Mufid belum bisa mengkomunikasikannya tapi saya dan anggota keluarga lain sedang melatih agar Mufid bilang saat ingin BAK, meski masih memakai diaper.
#Hari5
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Next. Kemandirian lain adalah makan sendiri. Mufid mau walau setelah itu saya suapi gar makannya tetap banyak dan beragam.
Kemandirian lain, Mufid mengatakan "Ee'" sebelum pup (mungkin sebelum lebih banyak yang keluar. Oops! Maaf, agak jorok). Untuk pipis, Mufid belum bisa mengkomunikasikannya tapi saya dan anggota keluarga lain sedang melatih agar Mufid bilang saat ingin BAK, meski masih memakai diaper.
#Hari5
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Senin, 04 Desember 2017
Ayo Berlatih lagi, Bun.
Kemandirian yang masih saya latih adalah mengurangi frekuensi digendong pada Mufid dan makan sendiri.
Alhamdulillah Mufid mau makan sendiri sebanyak kurang lebih 8 suap.
Untuk digendong, hari ini lebih sering dari kemarin dan negosiasi hari ini lebih alot. Dari pagi sudah minta gendong uti dan saya, kadang mau dialihkan, kadang tidak.
Siang hari adalah puncaknya. Mufid yang sudah mengantuk sedang nen di kamar. Tiba2 dia melihat HP saya dan minta nonton video. Saya sampaikan kalau hari ini belum waktunya nonton dari HP dan saya tawarkan untuk sore nanti jalan2 naik motor untuk melihat excavator dan bus. Mufid menangis minta lihat excavator sekarang. Saya dan tantenya bilang, sekarang masih panas. Mufid terus menangis. Awalnya saya abaikan. Menangis makin keras. Saya dan tantenya coba mengalihkan, tidak bisa. Saya tawarkan nen, tidak mau. Saya peluk, minta gendong, ajak lihat excavator. Saya coba terus sampaikan alasan dan saya bilang nggak mau gendong kalau mufid masih nangis. Tapi nangisnya makin kencang. Saya sempat meninggikan suara tapi Mufid menangis makin kencang. *istighfar
Oke. Saya gendong. Awalnya minta ke belakang tapi kemudian minta keluar naik motor. Saya gendong ke kamar dan nenenin dengan posisi duduk. Lama2 nangisnya berhenti dan dia tertidur. Begitu bangun, saya dan tantenya langsung menepati janji; jalan2 naik motor lihat bus dan excavator.
Saya paham, dengan digendong anak akan merasa lebih tenang dan nyaman. Tapi Mufid bukan bayi lagi. Kadang saya khawatir apakah perilaku minta gendong ini bukan manja melainkan kakinya sakit kalau jalan terlalu lama karena saat usia 16 bulan kami curiga kakinya O. Sudah periksa ke dokter dan menurut dokter silahkan observasi sampai usia 3 tahun karena kaki O normal pada usia anak yang baru belajar jalan. Mufid jalan sendiri usia 14 bulan sehingga normal kalau 2 bulan kemudian kakinya berbentuk O. Alhamdulillah sekarang bentuknya tidak terlalu O tapi masih sedikit terlihat melengkung.
Saya terus berdoa supaya diberi kesabaran dan kekuatan (berat saya 53 kg, harus gendong anak 13,7 kg). Karena sungguh, melatih kemandirian pada anak adalah juga melatih kesabaran pada diri sendiri.
#Hari4
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Minggu, 03 Desember 2017
Hari ini (seharusnya) Lebih Baik dari Kemarin
Hari ini masih fokus pada program kemandirian nomor 1 dan 2.
Tentang kemandirian jalan sendiri.
Beberapa kali Mufid minta digendong padahal sebenarnya bisa jalan sendiri. Saya coba memotivasi, "Kemarin Mufid hebat mau jalan sendiri. Hari ini hebat juga kan?" Tak lupa dengan senyum penuh semangat. Alhamdulillah kadang mau kadang enggak. Yang pasti saya sedang mencoba membandingkan pencapaian Mufid hari ini dengan yang sebelumnya, bukan dengan orang lain. Semoga istiqomah 😊
Tentang kemandirian makan sendiri.
Alhamdulillah saat snack time di sore hari, Mufid mau makan corn flakes dan susu sendiri. Saya duduk di hadapannya sambil memotivasi dan sesekali mengomentari makanannya. "Wah! Mufid hebat hari ini makan sendiri lagi. Kemarin di Taman Matahari makan nasi sendiri, hari ini makan cornflakes sendiri" 😊
#Hari3
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Tentang kemandirian jalan sendiri.
Beberapa kali Mufid minta digendong padahal sebenarnya bisa jalan sendiri. Saya coba memotivasi, "Kemarin Mufid hebat mau jalan sendiri. Hari ini hebat juga kan?" Tak lupa dengan senyum penuh semangat. Alhamdulillah kadang mau kadang enggak. Yang pasti saya sedang mencoba membandingkan pencapaian Mufid hari ini dengan yang sebelumnya, bukan dengan orang lain. Semoga istiqomah 😊
Tentang kemandirian makan sendiri.
Alhamdulillah saat snack time di sore hari, Mufid mau makan corn flakes dan susu sendiri. Saya duduk di hadapannya sambil memotivasi dan sesekali mengomentari makanannya. "Wah! Mufid hebat hari ini makan sendiri lagi. Kemarin di Taman Matahari makan nasi sendiri, hari ini makan cornflakes sendiri" 😊
#Hari3
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Sabtu, 02 Desember 2017
Bonus
Hari ini hari pertama kami menjalankan program One Week One Skill ;
🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️
InsyaAllah Mufid Bisa...
1. Berjalan sendiri (frekuensi digendong berkurang)
2. Makan sendiri
3. Toilet Training (mengatakan saat ingin BAK dan atau BAB)
4. Membuka pakaian sendiri
🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️
Saya baru mengkomunikasikan kepada suami tapi belum menyeluruh. Pada orang tua dan adik saya belum mengkomunikasikan. Saya baru memotivasi Mufid sebelum tidur dan beberapa kali saat sedang main bersama.
Hari ini saya fokus ke nomor 1 (berjalan sendiri) tapi ternyata Mufid juga menunjukkan kemandirian no 2 (makan sendiri). Alhamdulillah. Bonusnya lagi, seharian di bus dan di tempat wisata Mufid tidak minta ASI. Hebattt! 😍
Hari ini jam5.30 saya, Mufid, Utinya Mufid dan Tantenya Mufid naik bus bersama para tetangga, kami berencana wisata ke Taman Wisata Matahari, Bogor. Kurang lebih 2 minggu sebelum acara, kami sudah sounding ke Mufid agar tidur lebih awal karena harus bangun pagi, di Taman Matahari mau jalan sendiri, main bersama teman2, tidak rewel, dll.
Alhamdulillah begitu sampai tempat wisata Mufid mau jalan sendiri, kecuali saat hujan. Cukup lancar sampai sore hari. Saya maklum pasti sudah capek jalan2 dan main, ditambah ngantuk karena belum bobo siang.
Tentang nomor 2, alhamdulillah sesampainya di tempat wisata kami berkumpul bersama. Saya dan yang lain brunch, ternyata Mufid yang sudah sarapan juga lapar. Hehe.
Sambil saya pangku, Mufid makan lagi pakai nasi, bakso, tumis jagung, dan kering kentang. Kurang lebih 10 suap sampai dia minta tolong tutup tempat makannya.
Kami meninggalkan tempat wisata sekitar jam5. Setengah jam berlalu, Mufid tidur. Setelah terlihat lelap, saya coba rebahkan di bangku. Alhamdulillah mau dan pulas sampai rumah. Ini kali pertama dan semoga seterusnya bisa tidur sendiri tanpa nenen dan dipangku.
Syukur saya panjatkan pada Allah untuk kemandirian Mufid hari ini. Semoga selanjutnya bisa lebih baik dan saya juga sabar. Aamiin.
#Hari2
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️
InsyaAllah Mufid Bisa...
1. Berjalan sendiri (frekuensi digendong berkurang)
2. Makan sendiri
3. Toilet Training (mengatakan saat ingin BAK dan atau BAB)
4. Membuka pakaian sendiri
🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️
Saya baru mengkomunikasikan kepada suami tapi belum menyeluruh. Pada orang tua dan adik saya belum mengkomunikasikan. Saya baru memotivasi Mufid sebelum tidur dan beberapa kali saat sedang main bersama.
Hari ini saya fokus ke nomor 1 (berjalan sendiri) tapi ternyata Mufid juga menunjukkan kemandirian no 2 (makan sendiri). Alhamdulillah. Bonusnya lagi, seharian di bus dan di tempat wisata Mufid tidak minta ASI. Hebattt! 😍
Hari ini jam5.30 saya, Mufid, Utinya Mufid dan Tantenya Mufid naik bus bersama para tetangga, kami berencana wisata ke Taman Wisata Matahari, Bogor. Kurang lebih 2 minggu sebelum acara, kami sudah sounding ke Mufid agar tidur lebih awal karena harus bangun pagi, di Taman Matahari mau jalan sendiri, main bersama teman2, tidak rewel, dll.
Alhamdulillah begitu sampai tempat wisata Mufid mau jalan sendiri, kecuali saat hujan. Cukup lancar sampai sore hari. Saya maklum pasti sudah capek jalan2 dan main, ditambah ngantuk karena belum bobo siang.
Tentang nomor 2, alhamdulillah sesampainya di tempat wisata kami berkumpul bersama. Saya dan yang lain brunch, ternyata Mufid yang sudah sarapan juga lapar. Hehe.
Sambil saya pangku, Mufid makan lagi pakai nasi, bakso, tumis jagung, dan kering kentang. Kurang lebih 10 suap sampai dia minta tolong tutup tempat makannya.
Kami meninggalkan tempat wisata sekitar jam5. Setengah jam berlalu, Mufid tidur. Setelah terlihat lelap, saya coba rebahkan di bangku. Alhamdulillah mau dan pulas sampai rumah. Ini kali pertama dan semoga seterusnya bisa tidur sendiri tanpa nenen dan dipangku.
Syukur saya panjatkan pada Allah untuk kemandirian Mufid hari ini. Semoga selanjutnya bisa lebih baik dan saya juga sabar. Aamiin.
#Hari2
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Jumat, 01 Desember 2017
Tentang Kemandirian
Tentang Kemandirian
Bismillah...
Masih dalam rangka menjawab tantangan IIP, saya kembali menulis. Semoga selanjutnya dapat rutin menulis untuk berbagi.
Jika di postingan sebelumnya bertemakan komunikasi produktif, kali ini seputar kemandirian anak.
*Definisi*
Kemandirian berasal dari kata “independence” yang diartikan
sebagai suatu kondisi dimana seseorang tidak tergantung kepada orang lain
dalam menentukan keputusan dan adanya sikap percaya diri (Chaplin,
1996, hlm: 105 dalam ethesis.uin-malang.ac.id)
Menurut Gea (2002, hlm: 146 dalam ethesis.uin-malang.ac.id) mandiri adalah kemampuan seseorang
untuk mewujudkan keinginan dan kebutuhan hidupnya dengan kekuatan
sendiri.
*Pentingnya Kemandirian dan Pentingnya Melatih Kemandirian*
Dalam materi Bunda Sayang#2 "Melatih Kemandirian Anak" ditulis pentingnya melatih kemadirian anak.
Mengapa melatih kemandirian anak itu penting?
Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningkatkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya.
Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.
Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.
*Faktor yang Mempengaruhi Kemandirian Anak*
Menurut Dra. Mayke Sugianto Tedjasaputra, M.Si., dosen Psikologi Perkembangan Universitas Indonesia Jakarta (dalam https://ummukautsar.wordpress.com), ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemandirian anak :
1. Faktor bawaan
Ada anak yang berpembawaan mandiri, ada yang memang suka dan menikmati jika dibantu orang lain
2. Pola asuh
Bisa saja anak berpembawaan mandiri menjadi tidak mandiri karena sikap orang tua yang selalu membantu dan melayani.
3. Kondisi fisik anak
Anak yang kurang cerdas atau memiliki penyakit bawaan, bisa saja diperlakukan lebih “istimewa” ketimbang saudara-saudaranya sehingga malah menjadikan anak tidak mandiri.
4. Urutan kelahiran
Anak sulung cenderung lebih diperhatikan, dilindungi, dibantu, apalagi orang tua belum cukup berpengalaman. Anak bungsu cenderung dimanja, apalagi bila selisih usianya cukup jauh dari kakaknya.
*Tahapan Kemandirian ANAK USIA 1 – 3 TAHUN*
Menurut Dra. Michiko Mamesah, M.Psi dari Universitas Negeri Jakarta (dalam https://ummukautsar.wordpress.com) anak usia di atas satu tahun sudah memiliki lebih banyak kemampuan untuk menolong dirinya sendiri. Berbagai kemampuan motorik dan interaksi dengan lingkungan juga sudah lebih berkembang.
1. Minum dari gelas tanpa bantuan (mulai usia 15 bulan)
Stimulus : berikan gelas platik berisi air yang tidak terlalu penuh. Minta anak memegang sendiri dengan tangannya. Biarkan ia melakukannya sambil berdiri atau berjalan. Ganti jenis gelas (gelas bergagang dan tidak bergagang) untuk melatih motorik halusnya.
2. Memakai sendok untuk makan (mulai usia 18 bulan)
Stimulus : berikan sendok dan piring berisi makanan porsi kecil dan biarkan anak mencoba menyuap sendiri makanannya. Maklumi bila makanan masih tumpah dan berhamburan.
3. Membuka sepatu, celana dan baju sendiri (mulai usia 2 tahun) serta ristleting (mulai 3 tahun)
Stimulus : awali dengan melatih anak membuka sepatu tak bertali atau kaus singlet yang mudah dilepas. Tunjukkan cara menarik sepatu dari telapak kaki atau menarik kaus ke atas kepala. Ulangi contoh bila anak masih mengalami kesulitan. Bila anak sudah mahir, tingkatkan dengan baju berkancing. Ajari cara membuka dan menutup ristleting dengan hati-hati. Bila anak masih ragu, tunggu sampai ia bisa melakukan dengan benar sehingga terhindar dari trauma akibat terjepit ristleting.
4. Meraih gelas di atas meja dan meneguk minuman (mulai usia 2 tahun)
Stimulus : letakkan gelas berisi minuman dalam jangkauan anak, sehingga ia bisa memenuhi kebutuhannya sendiri saat ia merasa haus. Bila sudah mahir, tingkatkan dengan memberinya contoh cara menuang air dari teko atau memencet tombol dispenser. Pada tahap ini, orang tua perlu berhati-hati ketika meletakkan minuman panas di atas meja dan disarankan mematikan tombol air panas pada dispenser.
5. Membuka pintu (mulai usia 2 – 2.5 tahun)
Stimulus : umumnya anak lebih mudah belajar dengan pengangan pintu bertangkai ketimbang bulat. Setiap anak akan keluar kamar, berikan contoh bagaimana cara memutar dan menarik gagang pintu, sambil dijelaskan dengan kata-kata sederhana. Letakkan tangan anak pada pegangan pintu dan bantu ia memutar ke arah yang benar.
6. Mengatakan ingin buang air (mulai usia 2 – 2.5 tahun)
Stimulus : cermati kebiasaan anak sebelum BAK dan BAB. Bila Anda melihat dorongan ingin BAK atau BAB, tanyakan kepadanya. Dorong ia untuk mengungkapkan kenginan tersebut. Ajak ia ke kamar mandi, dan jelaskan bahwa BAK dan BAB hanya dilakukan di kamar mandi meskipun si kecil belum bisa melakukannya sendiri.
*One Week One Skill*
Berdasarkan informasi yang sudah dipaparkan di atas, saya membuat program 1 kemandirian 1 minggu untuk anak laki-laki saya, Mufid, yang sekarang berusia 22 bulan 2 minggu. Program ini berisi 4 kemandirian utama yang ingin dilatih serta langkah-langkah melaksanakannya.
Meski berjudul "One Week One Skill", dalam penerapannya
dapat dilakukan bersamaan, tergantung kondisi anak.
🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️
InsyaAllah Mufid Bisa...
1. Berjalan sendiri (frekuensi digendong berkurang)
2. Makan sendiri
3. Toilet Training (mengatakan saat ingin BAK dan atau BAB)
4. Membuka pakaian sendiri
🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️
Alhamdulillah sekarang Mufid sudah bisa:
1. Berjalan sendiri (frekuensi digendong berkurang)
Kondisi sekarang : Mufid masih sering minta digendong terutama saat sedang rewel. Tapi kadang tidak ada apa2 minta gendong. Dengan berat yg sudah lebih dari 13kg, kami orang serumah mulai kewalahan.
Rencana : Saat Mufid minta gendong, pastikan sehat, tanyakan "Ada yang sakit? Kakinya sakit?", "Mau kemana?", apa yang bisa dibantu. Jika tetap minta gendong, buat kesepakatan berapa lama atau sampai mana gendongnya.
2. Makan sendiri
Kondisi sekarang : Mufid sudah bisa makan kudapan dengan bantuan tangan langsung misalnya roti, biskuit, wafer, pisang, dll. Untuk makan sendiri dengan sendok anak sudah bisa melakukannya tapi kadang saya masih kurang sabar atau sehingga kemudian saya suapi.
Rencana :
Minggu ke1 dan ke2 dalam sehari anak diberikan kesempatan makan sendiri min 5 suap.
Minggu ke3 dan ke4 dalam sehari anak diberikan kesempatan 2 kali makan sendiri min 5 suap.
3. Toilet Training (mengatakan saat ingin BAK dan atau BAB)
Kondisi sekarang : Mufid masih memakai diapers sekali pakai. Sudah bisa mengatakan sedang BAB tapi belum mau buang air di toilet
Rencana : Mufid dibiasakan memahami kapan ingin BAK atau BAB. Dalam sebulan saat tidur malam dan pergi pakai diapers.
Minggu ke1&2 tanpa diapers bangun tidur sampai sebelum tidur siang.
Minggu ke3&4 tanpa diapers bangun tidur sampai setelah isya (sebelum tidur malam).
4. Membuka pakaian sendiri
Kondisi sekarang : Sudah bisa melepas celana, topi, jaket (setelah dilepas resletingnya), kaos (dengan bantuan)
Rencana : Setiap sebelum mandi biarkan Mufid melepas pakaian, minimal celana, dan kaos dengan bantuan.
PR berikutnya adalah mengkomunikasikan program ini kepada ayah, tante, dan uti.
Bismillah. Semoga Allah memampukan dan memudahkan.
#Harikesatu
#Hari1
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
ethesis.uin-malang.ac.id
https://ummukautsar.wordpress.com/2009/05/03/membentuk-anak-mandiri-untuk-usia-0-3-tahun/amp/
Bismillah...
Masih dalam rangka menjawab tantangan IIP, saya kembali menulis. Semoga selanjutnya dapat rutin menulis untuk berbagi.
Jika di postingan sebelumnya bertemakan komunikasi produktif, kali ini seputar kemandirian anak.
*Definisi*
Kemandirian berasal dari kata “independence” yang diartikan
sebagai suatu kondisi dimana seseorang tidak tergantung kepada orang lain
dalam menentukan keputusan dan adanya sikap percaya diri (Chaplin,
1996, hlm: 105 dalam ethesis.uin-malang.ac.id)
Menurut Gea (2002, hlm: 146 dalam ethesis.uin-malang.ac.id) mandiri adalah kemampuan seseorang
untuk mewujudkan keinginan dan kebutuhan hidupnya dengan kekuatan
sendiri.
*Pentingnya Kemandirian dan Pentingnya Melatih Kemandirian*
Dalam materi Bunda Sayang#2 "Melatih Kemandirian Anak" ditulis pentingnya melatih kemadirian anak.
Mengapa melatih kemandirian anak itu penting?
Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningkatkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya.
Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.
Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.
*Faktor yang Mempengaruhi Kemandirian Anak*
Menurut Dra. Mayke Sugianto Tedjasaputra, M.Si., dosen Psikologi Perkembangan Universitas Indonesia Jakarta (dalam https://ummukautsar.wordpress.com), ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemandirian anak :
1. Faktor bawaan
Ada anak yang berpembawaan mandiri, ada yang memang suka dan menikmati jika dibantu orang lain
2. Pola asuh
Bisa saja anak berpembawaan mandiri menjadi tidak mandiri karena sikap orang tua yang selalu membantu dan melayani.
3. Kondisi fisik anak
Anak yang kurang cerdas atau memiliki penyakit bawaan, bisa saja diperlakukan lebih “istimewa” ketimbang saudara-saudaranya sehingga malah menjadikan anak tidak mandiri.
4. Urutan kelahiran
Anak sulung cenderung lebih diperhatikan, dilindungi, dibantu, apalagi orang tua belum cukup berpengalaman. Anak bungsu cenderung dimanja, apalagi bila selisih usianya cukup jauh dari kakaknya.
*Tahapan Kemandirian ANAK USIA 1 – 3 TAHUN*
Menurut Dra. Michiko Mamesah, M.Psi dari Universitas Negeri Jakarta (dalam https://ummukautsar.wordpress.com) anak usia di atas satu tahun sudah memiliki lebih banyak kemampuan untuk menolong dirinya sendiri. Berbagai kemampuan motorik dan interaksi dengan lingkungan juga sudah lebih berkembang.
1. Minum dari gelas tanpa bantuan (mulai usia 15 bulan)
Stimulus : berikan gelas platik berisi air yang tidak terlalu penuh. Minta anak memegang sendiri dengan tangannya. Biarkan ia melakukannya sambil berdiri atau berjalan. Ganti jenis gelas (gelas bergagang dan tidak bergagang) untuk melatih motorik halusnya.
2. Memakai sendok untuk makan (mulai usia 18 bulan)
Stimulus : berikan sendok dan piring berisi makanan porsi kecil dan biarkan anak mencoba menyuap sendiri makanannya. Maklumi bila makanan masih tumpah dan berhamburan.
3. Membuka sepatu, celana dan baju sendiri (mulai usia 2 tahun) serta ristleting (mulai 3 tahun)
Stimulus : awali dengan melatih anak membuka sepatu tak bertali atau kaus singlet yang mudah dilepas. Tunjukkan cara menarik sepatu dari telapak kaki atau menarik kaus ke atas kepala. Ulangi contoh bila anak masih mengalami kesulitan. Bila anak sudah mahir, tingkatkan dengan baju berkancing. Ajari cara membuka dan menutup ristleting dengan hati-hati. Bila anak masih ragu, tunggu sampai ia bisa melakukan dengan benar sehingga terhindar dari trauma akibat terjepit ristleting.
4. Meraih gelas di atas meja dan meneguk minuman (mulai usia 2 tahun)
Stimulus : letakkan gelas berisi minuman dalam jangkauan anak, sehingga ia bisa memenuhi kebutuhannya sendiri saat ia merasa haus. Bila sudah mahir, tingkatkan dengan memberinya contoh cara menuang air dari teko atau memencet tombol dispenser. Pada tahap ini, orang tua perlu berhati-hati ketika meletakkan minuman panas di atas meja dan disarankan mematikan tombol air panas pada dispenser.
5. Membuka pintu (mulai usia 2 – 2.5 tahun)
Stimulus : umumnya anak lebih mudah belajar dengan pengangan pintu bertangkai ketimbang bulat. Setiap anak akan keluar kamar, berikan contoh bagaimana cara memutar dan menarik gagang pintu, sambil dijelaskan dengan kata-kata sederhana. Letakkan tangan anak pada pegangan pintu dan bantu ia memutar ke arah yang benar.
6. Mengatakan ingin buang air (mulai usia 2 – 2.5 tahun)
Stimulus : cermati kebiasaan anak sebelum BAK dan BAB. Bila Anda melihat dorongan ingin BAK atau BAB, tanyakan kepadanya. Dorong ia untuk mengungkapkan kenginan tersebut. Ajak ia ke kamar mandi, dan jelaskan bahwa BAK dan BAB hanya dilakukan di kamar mandi meskipun si kecil belum bisa melakukannya sendiri.
*One Week One Skill*
Berdasarkan informasi yang sudah dipaparkan di atas, saya membuat program 1 kemandirian 1 minggu untuk anak laki-laki saya, Mufid, yang sekarang berusia 22 bulan 2 minggu. Program ini berisi 4 kemandirian utama yang ingin dilatih serta langkah-langkah melaksanakannya.
Meski berjudul "One Week One Skill", dalam penerapannya
dapat dilakukan bersamaan, tergantung kondisi anak.
🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️
InsyaAllah Mufid Bisa...
1. Berjalan sendiri (frekuensi digendong berkurang)
2. Makan sendiri
3. Toilet Training (mengatakan saat ingin BAK dan atau BAB)
4. Membuka pakaian sendiri
🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️👦🏃♂️
Alhamdulillah sekarang Mufid sudah bisa:
1. Berjalan sendiri (frekuensi digendong berkurang)
Kondisi sekarang : Mufid masih sering minta digendong terutama saat sedang rewel. Tapi kadang tidak ada apa2 minta gendong. Dengan berat yg sudah lebih dari 13kg, kami orang serumah mulai kewalahan.
Rencana : Saat Mufid minta gendong, pastikan sehat, tanyakan "Ada yang sakit? Kakinya sakit?", "Mau kemana?", apa yang bisa dibantu. Jika tetap minta gendong, buat kesepakatan berapa lama atau sampai mana gendongnya.
2. Makan sendiri
Kondisi sekarang : Mufid sudah bisa makan kudapan dengan bantuan tangan langsung misalnya roti, biskuit, wafer, pisang, dll. Untuk makan sendiri dengan sendok anak sudah bisa melakukannya tapi kadang saya masih kurang sabar atau sehingga kemudian saya suapi.
Rencana :
Minggu ke1 dan ke2 dalam sehari anak diberikan kesempatan makan sendiri min 5 suap.
Minggu ke3 dan ke4 dalam sehari anak diberikan kesempatan 2 kali makan sendiri min 5 suap.
3. Toilet Training (mengatakan saat ingin BAK dan atau BAB)
Kondisi sekarang : Mufid masih memakai diapers sekali pakai. Sudah bisa mengatakan sedang BAB tapi belum mau buang air di toilet
Rencana : Mufid dibiasakan memahami kapan ingin BAK atau BAB. Dalam sebulan saat tidur malam dan pergi pakai diapers.
Minggu ke1&2 tanpa diapers bangun tidur sampai sebelum tidur siang.
Minggu ke3&4 tanpa diapers bangun tidur sampai setelah isya (sebelum tidur malam).
4. Membuka pakaian sendiri
Kondisi sekarang : Sudah bisa melepas celana, topi, jaket (setelah dilepas resletingnya), kaos (dengan bantuan)
Rencana : Setiap sebelum mandi biarkan Mufid melepas pakaian, minimal celana, dan kaos dengan bantuan.
PR berikutnya adalah mengkomunikasikan program ini kepada ayah, tante, dan uti.
Bismillah. Semoga Allah memampukan dan memudahkan.
#Harikesatu
#Hari1
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
ethesis.uin-malang.ac.id
https://ummukautsar.wordpress.com/2009/05/03/membentuk-anak-mandiri-untuk-usia-0-3-tahun/amp/
Langganan:
Postingan (Atom)

