Tampilkan postingan dengan label IIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IIP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Agustus 2018

Semangat Mengamati!

Alhamdulillah. Senang rasanya di level 9 ini bisa setor 15 tantangan berturut-turut setelah 3 level sebelumnya ada beberapa yang rapel karena lupa, ketiduran, dll.
Saat baca materi "Think Creative" saya semangat karena buat saya pribadi ini lebih mudah dibanding sebelumnya yaitu cerdas finansial. Dan, bagi saya Mufid (anak saya) itu kreatif jadi sepertinya akan mudah mencari kegiatan dan menuliskannya. Selain itu saya mengulang strategi level-level awal agar tidak rapel setoran.

Strateginya adalah menuliskan laporan di hari sebelum setoran misalnya tulisan yang mau saya setorkan Jumat saya selesaikan di Kamis. Alhamdulillah berhasil.

Bismillah. Semoga di 3 tantangan berikutnya bisa 15 hari berturut-turut lagi. Semangat mengamati!


Sabtu, 21 April 2018

Matematika Itu Tidak Kaku

Matematika tak melulu soal angka yang kadang untuk menemukannya harus menempuh jalan berliku.
Mari berdoa dan berikhtiar agar anak terus mencintai Allah, Maha Pencipta yang tak terhitung karunia dan ilmu-Nya.

Matematika tak melulu soal bangunan dan rumus yang menyertainya.
Mari berdoa dan berikhtiar agar anak terus mengagumi Allah, Maha Besar yang memberikan ilmu pada seluruh ciptaan-Nya agar dapat membangun tempat berlindung.

Matematika adalah tentang keterampilan memecahkan masalah. Bukan hanya menuntut kecerdasan tapi juga keahlian berpikir kritis dan objektif, mencari sumber masalah, mengorganisir ide, memikirkan alternatif solusi, dan lain sebagainya.

Lebih dari sekedar rumus dan angka, matematika adalah salah satu sarana untuk melatih kesabaran, yang akan terus dipelajari sampai jiwa terpisah dengan raga.

Senin, 09 April 2018

Menabung

Mufid bermain koin

Dari kegiatan "menabung" ada beberapa aspek yang dapat dilatih lalu dimaknai bersama, misalnya melatih motorik halus saat memasukkan uang logam ke dalam celengan. Melatih kesabaran saat harus memasukkan koin satu persatu karena tidak muat dimasukkan bersamaan. Daaan, yang berkaitan dengan tugas IIP BunSay kali ini adalah aspek kognitif, matematika logis.

Saat Mufid memasukkan uang logam ke celengan, saya stimulus dengan pertanyaan "Uang logamnya bentuk lingkaran atau segitiga ya?" Kemudian, saya ambil dua uang logam, taruh di depan Mufid lalu bertanya, "Mana yang lebih besar?". Setelah tampak bosan, saya ajak Mufid menyusun koin di segitiga. Mufid mencoba tapi tak bertahan lama, akhirnya dimasukkan lagi koin-koin itu ke celangan. Lalu, permainan usai 😄

Sumber Bacaan :
Materi #6 Kelas BunSay IIP "Menstimulus Matematika Logis pada Anak"
Camilan #1 dan camilan #2 Materi #6 Kelas BunSay IIP

Sabtu, 07 April 2018

Menara Buku

Mufid membuat menara buku

Di suatu pagi Mufid bangun tidur, ia langsung memilih untuk mengambil buku satu persatu lalu menyusunnya menjadi menara. Kadang sambil mengambil buku, Mufid menyebutkan inti cerita buku yang ia ingat. Kadang Mufid mengomentari pekerjaannya sendiri. Matanya tak lepas dari menara itu.

Yang saya amati, semakin tinggi susunannya, Mufid semakin hati-hati menambahkan buku. Karena tantangan 10 hari kelas BunSay sedang membahas logika matematika, saya jadi terpikir bahwa mungkin saat menambahkan buku satu demi satu Mufid sekaligus memperkirakan posisi buku yang tepat supaya menaranya tidak roboh. Memang belum presisi, tapi ia berusaha agar menara bukunya menjulang tinggi. Good job, calon arsitekku 😚

Sumber Bacaan :
Materi #6 Kelas BunSay IIP "Menstimulus Matematika Logis pada Anak"
Camilan #1 dan camilan #2 Materi #6 Kelas BunSay IIP

Jumat, 06 April 2018

Mencari Bayangan

Mufid berlatih mencari bayangan jerapah

Di suatu malam, sebelum tidur Mufid membaca buku "Aku Sayang Ibu" tentang kisah hewan dan induknya yang juga berisi beberapa permainan, salah satunya mencari bayangan jerapah. Mufid suka memainkannya meski jawabannya belum tepat. Dari permainan ini Mufid belajar tentang konsep persamaan dan perbedaan, sekaligus mengulang tentang apa itu bayangan.

Bicara bayangan, saat berjalan di siang hari Mufid pernah bilang, "Tok bayanganna ikut-ikut Mufid tiyus sih (Kok bayangannya ngikutin Mufid terus)?" Hahaha. Pernah suatu kali Mufid berdiri di bawah pohon yang cukup rimbun, lalu dia berkata "Tok bayangan Upi iyang (kok bayangan Mufid hilang)?" Hihi. Kadang saya/Babehnya menjelaskan sedikit ttg bayangan secara sederhana, kadang kami bertanya kembali yg pernah kami ceritakan.

Sumber Bacaan :
Materi #6 Kelas BunSay IIP "Menstimulus Matematika Logis pada Anak"
Camilan #1 dan camilan #2 Materi #6 Kelas BunSay IIP

Kamis, 05 April 2018

Puzzle Serba Guna

Mufid menyusun puzzle menjadi rangkaian kereta api

Awal tahun saya membaca buku "Kirana & Happy Little Soul", agak telat ya. Nggak apa-apa deh, daripada nggak baca sama sekali. Hehe. Disitu saya baca Ibuk Kirana memberikan puzzle secara bertahap pada Kirana, dimulai dari 1 keping. Saya belum pernah lihat dan kurang rajin mencari puzzle 1 atau 2 keping. Akhirnya saya membuat sendiri dengan bahan yang ada di rumah dan gambar yang Mufid suka yaitu alat berat. Saya tambahkan juga buah agar Mufid mau makan buah. Sedih deh, padahal sebelum setahun semua buah suka. Pas usianya setahun dan sakit seminggu lebih, setelah itu susah makan buah. :(

Lanjut tentang puzzle, saya buat 1 gambar utuh dan 2 keping utk disusun di atasnya. Kepingannya saya buat ada yang harus disusun atas-bawah dan kanan-kiri. Jadi dalam satu mainan bisa menyasar beberapa hal yaitu problem solving dan konsep tempat.

Kemarin saya mengajak Mufid bermain puzzle, tapi Mufid hanya tertarik sebentar. Selebihnya, disusun ke samping sehingga membentuk kereta api lalu mengajak saya naik ke atasnya sambil bernyanyi. Hahaha. Itulah kisah puzzle serba guna kami :D

Sumber Bacaan :
Materi #6 Kelas BunSay IIP "Menstimulus Matematika Logis pada Anak"
Camilan #1 dan camilan #2 Materi #6 Kelas BunSay IIP

Rabu, 04 April 2018

Bola Geomatri

Mufid memainkan bola geometri


Pagi ini setelah makan, Mufid memainkan bola geometri. Ada beberapa bentuk yang harus dicocokkan dengan lubangnya, misalnya segitiga dan lingkaran. Mufid agak kesulitan tapi ia mencoba beberapa kali. Sambil memotivasi, saya menyebutkan bentuk bangun yang Mufid pegang. Kadang Mufid mengikuti, "Oh, ini cegitiga ya, Bun?" Tapi kadang diam saja, mungkin karena fokus mencari solusi agar bangun yang dipegang bisa masuk ke lubang. Akhirnya apa yang terjadi saudara-saudara? Dibukanya bola itu dan dimasukkan bangun yang belum berhasil masuk dari lubang yang seharusnya. Hahaha 😁

Ya, logika matematika tak melulu tentang angka namun juga proses memecahkan masalah, mencari solusi. InsyaAllah seiring berjalannya waktu, solusimu semakin efektif dan kreatif, Nak 😘

Sumber Bacaan :
Materi #6 Kelas BunSay IIP "Menstimulus Matematika Logis pada Anak"
Camilan #1 dan camilan #2 Materi #6 Kelas BunSay IIP

Selasa, 03 April 2018

Jelly Coklat


Mufid suka Jelly coklat. Hari ini kali ketiga saya mengajak Mufid membuatnya. Di dapur, sambil menyiapkan bahan-bahan, saya meminta Mufid menyebutkan bahan-bahan yang digunakan dan cara membuat jelly coklat.



Mufid: "Ada duya (gula), pudding (bubuk jelly), ini (panci), ain (air), aduk-aduk, tiyus dimacak deh cama ibun di situ (di kompor)"
Ibun : "Terus?"
Mufid : "Tuang ke cini (sini)" sambil menunjuk cetakan agar-agar 😊

Alhamdulillah Mufid sudah bisa menyebutkan secara sederhana bahan serta alat yang diperlukan dan langkah-langkah membuat jelly coklat. Mufid juga belajar mengenal ukuran misalnya setengah gelas, satu sendok gula, dll. Setelah selesai, Mufid bilang "Ooh. Ditayo tultas duyu (ditaruh kulkas dulu) ya Bun, bian dingin?". Saya jawab, "Iya Pi, tapi sebelum dimasukkin ke kulkas, taruh di meja dulu. Kalau udah nggak panas, nggak ada uapnya, baru dimasukkin ke kulkas".

Selain menstimulus matematika logis, mengajak anak membuat kudapan sendiri bisa membuat anak paham bahwa ada proses untuk mendapatkan sesuatu dan kadang harus bersabar untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Sumber Bacaan :
Materi #6 Kelas BunSay IIP "Menstimulus Matematika Logis pada Anak"

Senin, 02 April 2018

Petak Umpet


Hari Minggu Mufid, Uti, Ate, Ibun, dan Babeh bermain ke Monas. Selain melihat rusa, main sepeda, dan main bola, kami juga bermain petak umpet. Mufid belum paham peraturannya, Mufid hanya tahu ada yang berhitung sambil menutup mata lalu mencari. Kadang belum sampai 10 sudah buka mata, atau saat ngumpet keluar sendiri. Hihihi.

Dari permainan petak umpet, tanpa ada tekanan, Mufid kami biasakan membilang dengan urut 1 sampai 10. Selain itu, Mufid dikondisikan agar selesai berhitung dulu baru mencari yang ngumpet supaya Mufid mengenal urutan bermain petak umpet.

Sumber Bacaan :
Materi #6 Kelas BunSay IIP "Menstimulus Matematika Logis pada Anak"

Minggu, 01 April 2018

Tebak-tebakan

Mufid dan Gibam bermain tebak-tebakan ukuran

Kemarin kami menghadiri undangan pernikahan bersama tetangga. Sambil nenunggu antrian makan Mufid memainkan hiasan tirai kristal imitasi. Saya mengajak Mufid dan anak tetangga (Gibam) bermain tebak-tebakan, mana tirai yang lebih panjang, mana yang lebih pendek. Lalu, Mufid memegang tirainya dari atas ke bawah sambil berkata "Atas, bawah, atas, bawah". Saya ikut bermain sambil memegang tirai sebelahnya.

Waktu stimulasi yang sebentar tapi dilakukan dalam mood positif insyaAllah akan teringat oleh anak. Mood positif membuat anak menjadi suka dengan kegiatan yang berkaitan dengan matematika logis, bukan hanya bisa tapi tertekan saat bersinggungan.

Sumber Bacaan :
Materi #6 Kelas BunSay IIP "Menstimulus Matematika Logis pada Anak"

Sabtu, 31 Maret 2018

Cocor Bebek



Pagi ini Mufid jalan-jalan pagi bersama Ibun. Lebih tepatnya, Mufid naik sepeda dan ibun mendorong. Hoho. Sambil jalan-jalan saya mengenalkan atau menyebutkan kembali beberapa tanaman yang kami lihat dan saya tahu namanya 😁Tanaman yang sudah Mufid hafal adalah pohon pisang dan pucuk merah.

Beberapa tanaman lain sudah dikenalkan tapi belum bisa menyebutkan kembali, salah satunya adalah cocor bebek. Cocor bebek adalah tumbuhan yang bereproduksi dengan tunas daun. Tunasnya menempel di tepi daun sehingga saya bisa mengajak Mufid membandingkan ukuran besar dan kecil sebagai upaya menstimulus kecerdasan matematika logis.

Ibun : "Upiii, lihat ini cocor bebek. Tapi daunnya ada yang kecil, ada juga yg besar"
Mufid : "Mana, Bun?"
Ibun : "Ini, lihat sini deh."
Mufid : "Tok tetin-tetin (kok kecil-kecil)?"
Ibun : "Iya, ini baru tumbuh. Nanti lama-lama besar kayak gini".

Jadi, kalau kemarin kami belajar agama dan matematika dalam satu kegiatan. Hari ini kami belajar sains dan matematika. 😊

Sumber Bacaan :
Materi #6 Kelas BunSay IIP "Menstimulus Matematika Logis pada Anak"

Jumat, 30 Maret 2018

Matematika Sholat

Mufid dan Babeh sholat berjamaah
Dinosaurus sholat berjamaah

Semua orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas. Ada orang tua yang masih mengaitkan cerdas dengan pemahaman lebih di bidang matematika. Jika anak pandai mengolah kata atau pandai mengikuti gerakan tertentu tidak dilabel sebagai anak cerdas. Padahal kecerdasan tak melulu pandai di bidang matematika.

Howard Gardner menyebutkan ada 9 tipe kecerdasan yaitu kecerdasan logika matematika, kecerdasan spasial, kecerdasan bahasa, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal (mengenal diri sendiri), kecerdasan kinestetik, kecerdasan musik, kecerdasan musik, dan kecerdasan mempelajari alam. Jadi jika menemukan anak yang piawai bermain piano dalam waktu singkat, mungkin anak itu memiliki kecerdasan musik yang lebih, yang tidak semua anak memilikinya. Jika ada anak yang pandai memperkirakan cuaca dari tanda-tanda alam, mungkin anak itu cerdas dalam mempelajari alam, yang tidak semua memilikinya.

Kecerdasan, bakat, semua sudah diberikan oleh Allah, tugas orang tua adalah memunculkan serta mengasahnya. Cara memunculkannya bagaimana? Dengan memberikan stimulasi yang beragam, melalukan pengamatan, dan merekam atau menuliskannya. Di materi IIP ke 6 ini saya sebagai peserta kelas Bunda Sayang, diminta untuk menstimulis matematika logis pada anak dengan cara sederhana dan sealami mungkin yang mungkin selama ini terlewat dari pengamatan kita, lalu menceritakan kembali hal-hal seru saat melakukan kegiatan bersama anak.

Hari pertama ini, saya mengamati ada matematika logis yang dipelajari saat Mufid dan Babehnya sholat ashar berjamaah yaitu posisi, Babeh sebagai imam di depan, Mufid sebagai makmum di belakang. Hal ini juga dipelajari saat Mufid memainkan dinosaurus dan dibariskan lalu memposisikan satu dinosaurus di depan sebagai imam. Sementara lima dinosaurus lain di belakang. MasyaAllah! Ternyata matematika dalam sholat bukan hanya tentang jumlah pahala.

Sumber Bacaan :
Materi #6 Kelas BunSay IIP "Menstimulus Matematika Logis pada Anak"

Jumat, 12 Januari 2018

"Empot...empot"


Jarang sekali ada anak yang tidak suka bermain air, termasuk anak saya. Saat saya atau Utinya (Eyang Putri) menyiram, anak saya mengikutinya bahkan seringkali tak mau berhenti. Lalu saya alihkan perhatiannya dengan memberikan semprotan (semprotan bekas cairan pelicin pakaian yang sudah dibersihkan) untuk menyemprot tanaman, "empot...empot" kata Mufid.

Kami diskusi santai sambil menyemprot tanaman; mengapa tanaman harus disiram, daun warna apa yang boleh dipetik, dan jangan lupa berdoa pada Allah saat menyiram agar tanamannya tumbuh subur.

Saya berusaha melatih EQ pada sesama makhluk saat membicararakan mengapa tanaman harus diberi air, sama seperti manusia, sama seperti Mufid tanaman juga butuh minum, kalau tidak minum, haus, lemas, tidak bisa bermain, susah bergerak. Dan tentang tidak boleh petik tanaman sembarangan, sama seperti Mufid yang juga tidak mau dicubit sembarangan.

Saya coba melatih SQ saat menyampaikan sebaiknya berdoa, minta pada Allah, saat menyiram tanaman karena Allah yang menciptakan tanaman.

Seusai menyiram, saya mengajaknya membaca buku "Aku Sayang Kumi" berisi tentang menyayangi tanaman dan hewan.

Sederhana memang tapi semoga mengena pada Mufid.

#tantangan_hari_ke5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Selasa, 09 Januari 2018

Silahturahmi


Proyek yang akan saya ceritakan kali ini dikerjakan pada hari Sabtu, 6 Januari 2018.

Kami sekeluarga, hampir setengah keluarga besar, menghadiri undangan dari keluarga jauh (anak dari adik kakek saya). Setelah itu kami berkunjung ke rumah sepupu saya yang jarang anak saya, Mufid, temui. Mari kita sebut kedua agenda tersebut sebagai agenda silahturahmi. Ada 2 target dalam agenda ini yaitu Mufid mau salim saat bertemu dengan budhe, om/tante, kakek/neneknya dan Mufid mau main bersama sepupunya.

Saya sudah siap dengan kemungkinan terburuk akan menggendong selama silahturahmi berlangsung. Oleh karena itu saya membawakan buku dan mainan untuknya. Tapi Alhamdulillah kedua target itu tercapai, dengan motivasi dan bantuan awal tentunya.

Di mobil pun Mufid sudah tidak mati gaya saat harus semobil dengan budhe, nenek, dan sepupu2nya. Alhamdulillah.

Sesampainya di rumah, setelah bersih-bersih diri, sebelum tidur saya ajak Mufid bercerita tentang pengalaman dan perasaannya hari ini. Saya puji keberaniannya mau bermain bersama, menyatakan pendapat, dan kesediannya berbagi mainan.

#tantangan_hari_ke3
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Sabtu, 23 Desember 2017

Aku, Kamu, dan Target Kita

Melatih kemandirian pada anak bukan sekedar berhasilnya anak mencapai target yang saya dan suami buat, tetapi juga tentang terus menempa diri menjadi teladan, tentang melatih kesabaran dan kreativitas orang tua, semangat serta tentunya doa yang tak boleh lelah dipanjatkan.

Jumat, 15 Desember 2017

Tentang Target


Anak(-anak) sungguh tak bisa diduga. Sebentar mudah dikondisikan, sebentar kemudian bersikeras dengan maunya sendiri. Sehari manis, sehari kemudian menguji kesabaran sampai level atasss..

Kemarin Mufid mudah dikondisikan, sedangkan hari ini sejak bangun tidur moodnya kurang baik. Saya pikir setelah tidur siang moodnya akan lebih baik tapi ternyata tidak. Hmmmfffhhh... inhale..exhale..

Seharian ini Mufid uring-uringan. Sering sekali minta gendong dengan rengekan. Sarapan hanya 5 suap (disuapin), itu pun sudah dengan macam-macam selingan kegiatan yaitu menyemprot tanaman, melukis dengan cat air, main mobil2an. Padahal salah satu lauknya adalah menu kesukaan Mufid, bakwan jagung.

Makan siang menjelang sorenya saya tambah dengan tahu kecap yang biasanya disukai. Namun hanya 2 suap yang masuk, selebihnya menolak dan minta nenen. Akhirnya saya minta tolong Uti dan Atenya belikan bakso. Alhamdulillah Mufid cocok, 5 butir bakso dan nasi habis. Alhamdulillahnya lagi, setelah itu mood Mufid membaik. Haha.

MasyaAllah, Naaak. Maafkan ibu ya yang nggak peka kalau kamu sebenarnya lapar tapi kurang cocok dengan menunya.

Target jalan dan makan sendiri memang tak tercapai, tapi Alhamdulillah lepas pakaian dan toilet training tercapai.

Mufid mau melepas kaos sendiri (tentunya masih dengan bantuan) dan bilang saat ingin BAB, "Upit ee', buun".

Semakin kesini saya semakin menyadari target kemandirian ini bukan sekedar pencapaian target tapi juga tentang kesabaran, kreativitas, semangat dan tentunya doa yang tak boleh putus.

#Hari15
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Cemilan 2 Kemandirian - Bunda Sayang IIP

Kamis, 14 Desember 2017

Besok Kita Coba Lagi yaa

Hari ini jadwalnya Ibun yoga dan ngaji jadi target Ibun, Mufid diusahakan sudah mandi dan makan jam9. Eh, ternyata Mufid bangun saat adzan shubuh dan tidur lagi jam9. Alhamdulillah.

Target makan sendiri dan jalan sendiri tak tercapai karena masih sakit. Makannya masih harus dirayu dan kadang digendong. Untuk toilet training, Mufid diam saat pipis tapi Ibun langsung bilang, "Mufid pipis nih, yuk cawi". Tentang lepas pakaian, Alhamdulillah mau mencoba lepas celana sendiri meskipun tak tuntas.

Besok kita coba lagi ya Mufid. Semoga besok Mufid lebih sehat.

#Hari14
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#KomunikasiProduktif

Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Cemilan 2 Kemandirian - Bunda Sayang IIP

Rabu, 13 Desember 2017

Motivasi Tanpa Lelah



Hari ini Ibun melaksanakan UTS Tahsin sementara Mufid ke Posyandu untuk nimbang bersama Uti (yang juga kader Posyandu). Alhamdulillah Mufid cukup kooperatif di pagi hari sehingga kami bisa berangkat tepat waktu.

Tentang toilet training, saat mandi pagi Mufid bilang mau pipis. Sepulang dari Posyandu Mufid bilang mau ee'. Alhamdulillah.

Tentang makan, alhamdulillah meski 3 suap dan lauknya saja, Mufid mau coba makan sendiri. Saya dan Uti berupaya menghidangkan makanan favoritnya dan menemani saat makan seraya memotivasi.

Para Bunda, jangan lelah memotivasi sebelum tidur, saat melakukan dan setelah melakukan. Semangat!!! 😊😊

#Hari13
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Cemilan 2 Kemandirian - Bunda Sayang IIP

Selasa, 12 Desember 2017

Perlahan tapi Pasti


Hari ini Mufid bangun agak siang karena mungkin kecapekan setelah hari Minggu dari pagi sudah ada agenda. Sebenarnya saya mau izin belajar untuk UTS Tahsin hari Selasa, tapi rasanya Mufid masih butuh saya temani, sementara Mama mencuci pakaian yang menumpuk setelah weekend.

Tak lama setelah bangun tidur, Mufid bilang "Mpit ee', bun". "Oh iya. Pinter, bisa bilang kalau Mufid ee'". Mufid pup di diapernya.

Sekitar 2 jam setelahnya, Mufid buang angin dengan suara agak keras lalu Mufid bilang, "Mpit ee'". Saat diintip Uti ternyata benar Mufid pup lagi, agak cair".

Sore hari, saat mandi, Mufid bilang "pipis" lalu tak lama Mufid buang air kecil. Alhamdulillah. "Wah. Mufid pintar bisa bilang sebelum pipis. Udah bisa ngerasain ya? Hebat!"

Malam hari Mufid mau makan dengan telur dan kecap. Setelah dibuatkan saya motivasi untuk makan sendiri sambil ditemani. Alhamdulillah mau 4 suap, setelah itu ogah-ogahan, akhirnya saya suapi. Nggak habis, tapi yang penting ada yang masuk karena masih harus minum obat batuk.

#Hari12
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#KomunikasiProduktif

Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Cemilan 2 Kemandirian - Bunda Sayang IIP

Senin, 11 Desember 2017

Pahami Nyamanku


Hari Minggu pagi saya dan Mufid pergi ke masjid untuk mendengarkan ceramah. Mufid semangat pakai sendal sendiri dan berjalan sendiri, tidak digendong, meskipun panas dan silau. Setelah selesai, saya salah taruh sendal sehingga sendal Mufid panas dan dia tak mau memakai sendalnya. Akhirnya Mufid saya gendong sampai rumah.

Sepulang dari masjid kami bersiap ke rumah saudara untuk arisan keluarga. Disana Mufid selalu minta gendong. Saya bisa maklumi alasannya, terlalu ramai dan rumahnya jarang Mufid kunjungi. Mufid merasa kurang nyaman sehingga ia mencari kenyamanannya sendiri, digendong Ibun.

Selepas arisan, kami main ke rumah Omanya Mufid (ibu mertua saya). Disana alhamdulillah lebih sering jalan sendiri. Karena apa? Karena lebih sepi dan lebih kenal dengan suasananya.

Untuk makan, alhamdulillah mau nyendok lauk sendiri kurang lebih 3 kali, dalam rangka menghindar dari suapan nasi. Hehe. Selama Mufid sakit saya semakin sering menceritakan pentingnya makan sayur, lauk, buah, dan juga nasi. Supaya lekas sembuh, kalau sudah sembuh salah satu yang membahagiakan adalah bermain hujan.

Syafakallah anakku sayang 😘😘

#Hari11
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#KomunikasiProduktif
#Tips

Sumber :
Materi Bunda Sayang #2 "Melatih Kemandirian Anak"
Cemilan 1 Kemandirian - Bunda Sayang IIP
Cemilan 2 Kemandirian - Bunda Sayang IIP